PUPR Optimis Bypass Bandara-Mandalika Rampung Agustus 2021

H Sahdan, MT (Faisal Haris/radarlombok)

MATARAM — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB optimis pembangunan fisik proyek jalan bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bisa selesai sesuai terget bulan Agustus  2021.

 Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, H Sahdan, MT mengatakan proses pengerjaan jalan bypass yang hingga saat ini masih berjalan. “Kita optimis Agustus sudah tuntas pengerjaannya. Apalagi ketiga paket sudah kontrak semua sekarang ini. Bahkan rata-rata progres pengerjaan fisiknya untuk paket satu dan paket dua sudah mencapai 4 persen lebih,”ungkapnya.

Sahdan memastikan bahwa tidak ada yang berubah terkait pembangunan bypass ini. Dari sisi typical desain overpass panjang jalan ini 17,34 kilometer yang terdiri dari empat lajur  dengan lebar 50 meter dengan dua jalur cepat dan dua jalur lambat. “Ya tidak ada yang berubah, masih sesuai rencana awal,”tegasnya.

Untuk mengejar target pembangunannya ini, pelaksanaannya tetap dibagi menjadi tiga paket. Paket 1 sepanjang 4,3 km, paket 2 sepanjang 9,7 km dan paket 3 sepanjang 3,36 km. Untuk anggaran dari APBN  untuk paket 1 sebasar Rp 238,569 miliar lebih. Paket 2 sebesar Rp 394,815 miliar dan paket 3 sebesar Rp 180,555 miliar lebih. Sedangkan untuk paket pengawasan teknik ini dialokasikan anggaran dengan pagu sebesar Rp 9,376 miliar lebih. “Jadi tidak ada masalah sekarang sudah terkontrak semua,” ujarnya.

Disampaikan juga bahwa pembangunan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN ) Mandalika untuk mendukung rencana perhelatan balap motor internasional MotoGP dirancang secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih. Begitu juga dengan pengelolaan sampah dan perbaikan hunian. “Untuk air bersihnya insya Allah tahun 2021 akan kita bangun, tanahnya (lokasinya) sudah oke (ada),”katanya.

Untuk mengantisipasi banjir di kawasan tersebut, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I membangun pengendali banjir sepanjang 5 kilometer. Sementara itu Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB menata kawasan wisata di sekitar Kuta. Lalu ada pembangunan TPA Pengengat. “Di tahun ini juga dimulainya program sarana hunian pariwisata (Sarhunta) yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah NTB, dimana pemerintah memberikan stimulan rumah agar rumah masyarakat selain dapat berfungsi sebagai hunian yang layak juga bisa dimanfaatkan sebagai homestay,”ujarnya.

Meski era pandemi Covid-19 ini pembangunan infratruktur harus tetap berjalan, tidak ada pelaksanaan infrastruktur strategis yang ditunda. Hanya pelaksanaannya dilakukan dengan skema relaksasi program dengan melalukan paket-paket multiyears. “Dukungan pembangunan infrastruktur ke PU-an untuk membantu penanganan masalah dampak dari wabah Covid-19 di lapangan dilakukan  melalui program padat karya untuk item pekerjaan tertentu,”pungkasnya. (sal)