PUPR NTB Peringati Hari Bakti PU ke-75 Secara Sederhana

Gelar Apel Bendera dengan Prokes Covid-19

HUT PU: Kadis PUPR NTB, H Sahdan, MT, foto bersama jajaran, usai memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-75 tahun, di halaman Kantor Dinas PUPR NTB, Kamis (3/12/2020). (faisal haris/radarlombok.co.id)

MATARAM—Memperingati Hari Bakti PU ke-75, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, menggelar apel bendera secara sederhana, tentu dengan protokol kesehatan (Prokes), bertempat di halaman Kantor Dinas PUPR Provinsi NTB, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutan, Kepala Dinas PUPR NTB, H Sahdan, MT menyampaikan bahwa kegiatan peringatan Hari Bakti PU ke-75 tahun, jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya cukup mengadakam apel secara sederhana, namun berlangsung khidmat.

“Kami melaksanakan Hari Bakti PU yang ke 75 ini dalam situasi yang sangat sederhana, karena memang situasi new normal. Artinya tidak seperti situasi beberapa tahun yang lalu. Makanya sangat sederhana sekali kami laksanakan,” ucap Sahdan seraya menambahkan, tema peringatan HUT PU ke-75, “PUPR Sigap Membangun Negeri”.

Apel dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, serta tidak diikuti oleh semua staf dan karyawan, dan hanya menghadirkan beberapa perwakilan saja. Sementara untuk mitra kerja juga tidak diikutsertakan, mengingat kondisi ditengah pendemi, kegiatan masih dibatasi.

“Beda seperi tahun-tahun sebelumnya, mitra kerja ikut hadir dalam momen peringatan Hari Bakti PU. Tapi sekarang ini mereka hanya mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk ucapan selamat. Kami juga mengikuti perinagatan secara virtual dengan Kementerian PU,” ucapnya.

Dikatakan Sahdan, bicara masalah Hari Bakti PU, sebenarnya dihajatkan sebagai sarana evaluasi diri dalam menjalankan tugas-tugas ditengah masyarakat. “Walaupun sudah banyak kita lakukan, tetapi masih banyak juga kekurangan-kekurangan yang perlu kita sempurnakan. Karena pembangunan ini tidak akan pernah berhenti, selama manusia ini masih ada didunia ini,” ujarnya.

Sahdan juga membeberkan berapa hal terkait dengan pembangunan infrastruktur untuk  mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor unggulan di NTB. Dimana pemerintah membuat agenda pembangunan untuk memperkuat infrastruktur, guna mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Sebagai wujud konkrit dari agenda pembangunan tersebut, telah banyak dibangun berbagai infrastruktur untuk mendukung Provinsi NTB sebagai salah satu provinsi yang ditetapkan sebagai destinasi unggulan pariwisata Nasional, dan juga sebagai daerah pendukung penyedia stok pangan Nasional. “Pembangunan infrastruktur ke PU-an di Provinsi NTB dalam 10 tahun terakhir ini dapat dilihat perkembangannya, dan dirasakan manfaatnya dalam mendorong pergerakan perekonomian,” jelas Sahdan.

Pembangunan infrastuktur semakin dirasakan ditengah persaingan ekonomi antar kawasan. Karena dengan membangun infrastruktur dapat berperan sebagai stimulus bergeraknya beragam aktivitas. Demikian melalui percepatan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah NTB, dan tata kelola yang baik, tentu harapan terhadap terciptanya konektivitas antar wilayah dan antar kawasan, serta memupus kesenjangan antar wilayah.

“Untuk mendukung aksesibilitas ke kawasan pariwisata, konektivitas antar wilayah dan antar kawasan terus dibenahi. Ini dapat terlihat dengan kondisi jalan arteri primer dan kolektor di pulau Lombok yang sebagian besar dalam kondisi mantap. Demikian pula di pulau Sumbawa yang terus dilakukan penanganan untuk meningkatkan kemantapan jalan,” terangnya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan capaian kemantapan jalan nasional mencapai 96,35% dari panjang jalan 935,55 km, dan kemantapan jalan provinsi mencapai 80,08 persen dari panjang jalan 1.484,43 km. Prestasi yang cukup membanggakan diraih oleh Pemprov NTB dengan diakuinya Provinsi NTB sebagai Pusat Rujukan Nasional dalam Bidang Pengelolaan Jalan  Daerah. “Pada tahun ini penanganan jalan Nasional dan provinsi dilakukan dengan pola penanganan long segmen, dengan kegiatan pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan,” jelas Sahdan.

Untuk mencapai target 86,6 persen kemantapan jalan  provinsi  di tahun 2023 nanti, lanjutnya, dilakukan upaya percepatan penanganan jalan provinsi dengan pola tahun jamak sepanjang 545,56 km dan 34 unit jembatan tersebar di seluruh NTB yang pelaksanaannya dimulai pada desember 2020 sampai tahun 2022. “Untuk konektivitas di daerah terisolir di Kecamatan Batulanteh (Sumbawa), dan Pemprov juga menangani akses jalan Batu Dulang-Tepal-Batu Rotok, yang total panjang segmen ini 36 Km,” ungkapnya.

Sementara Pemkab Sumbawa sudah menangani sepanjang 10 Km, dan di akhir tahun ini Provinsi membantu penanganan jalan sepanjang 24,3 Km, dengan pola penyiapan badan jalan dan pengaspalan pada daerah-daerah kritis. Kemudian terkait keberadaan infrastruktur sumber daya air berkontribusi yang besar dalam mendukung  peran NTB sebagai salah satu provinsi penyangga pangan Nasional. “Hal ini ditunjukkan dengan kesiapan untuk penyediaan air baku sudah lebih dari 10 bendungan, dan 226 embung  yang terbangun,” sebutnya.

Pesatnya perkembangan penduduk dan industry, juga menyebabkan ketimpangan antara ketersediaan air dan pemanfaatan air yang semakin besar. Disatu pihak ketersediaan air dari sumber air mengalami penurunan akibat dari terganggunya catchment area, sementara dipihak lain kebutuhan akan air terus meningkat dengan penggunaan yang beragam.

Meningkatnya erosi yang membawa kandungan lumpur, telah mengakibatkan pendangkalan pada tampungan air maupun sungai. “Untuk menjamin layanan air irigasi, selain dengan membangun bendungan baru dan jaringan irigasi baru, juga dilakukan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi, baik yang merupakan kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” pungkasnya. (sal)