Punya Kantor Kecil, Wakil Walikota Mataram Sering Malu

Kantor Walikota Mataram
Kantor Walikota Mataram

MATARAM – Kantor Wali Kota Mataram yang ada di Jalan Pejanggik saat ini dianggap sudah dianggap tidak representatif lagi seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai dan pesatnya pembangunan Kota Mataram. Untuk itu Pemerintah Kota Mataram berencana membangun kantor baru di kawasan lingkar selatan tepatnya di Kelurahan Jempong Baru.

Soal ini, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menjelaskan bahwa kantor baru bukan sekedar wacana. Sudah saatnya Kota Mataram memiliki kantor yang representatif untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.” Kantor yang sekarang ini sepertinya kurang representatif lagi,” katanya kemarin.

Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu gedung wali kota Mataram ini tentunya sangat megah dan representatif. Tetapi seiring berkembangnya waktu dan jumlah pegawai terus bertambah dan jumlah kendaraan yang parkir baik sepeda motor dan mobil semakin bertambah, maka kantor yang sekarang ini sangat tidak representatif lagi karena terlalu kecil. Mohan sering malu jika ada tamu yang datang berkunjung dan mendapati kantor wali kota yang ada seperti saat ini. Lorongnya sempit.” Saya kadang sedikit malu dengan tamu yang datang dengan kondisi seperti sekarang ini,” jelasnya.

Kalau nanti kantor wali kota jadi pindah, lokasi kantor lama direncanakan menjadi alun-alun kota saja, dibuat menyambung dengan Lapangan Sangkareang. Kalau tidak dimanfaatan menjadi alun-alun bisa saja kantor ini dimanfaatkan untuk hotel atau yang lainnya.” Untuk pemanfaatan nanti akan dibahas peruntukannya yang pas,” kata Mohan.

Bentuk keseriusan membangun kantor baru, pihak Pemkot sudah memperkirakan harga lahan yakni sekitar Rp 20 miliar. Asisten I Pemkot Mataram Lalu Martawang menyebutkan untuk pembangunan kantor baru Pemkot akan membebaskan sekitar 8 bidang tanah.

Saat ini rencana pembebasan lahan masih dalam tahap pembahasan harga yang sudah selesai dilakukan. Para pemilik lahan saat ini berada pada posisi setuju atau sepaham terhadap harga yang diberlakukan untuk pembebasan lahan tersebut, dimana proses appraisal sudah dilakukan. Dalam rapat sudah disampaikan berapa harga, berapa kerugian dan berapa total yang akan diganti oleh Pemkot Mataram.

Dari 8 bidang tanah itu luasnya sekitar 9600 meter persegi dengan total anggaran dana  yang dibutuhkan sekitar Rp 20,7 miliar.” Tidak ada dana kerugian karena tidak ada bangunan yang akan dirusak,” katanya.

Saat ini lahan itu masih lahan kosong sehingga Pemkot tidak banyak mengeluarkan uang kerugian. Dana yang disiapkan sekitar Rp 20,7 miliar tersebut hanya untuk pembelian lahan saja. Harga kisaran 1 meter persegi berada pada angka Rp 1.9 juta sampai dengan harga Rp 2 juta. Penganggarannya dilakukan secara bertahap untuk tahap pertama ini hanya dianggarkan untuk pembebasan lahan saja. Anggaran pembangunan nanti di APBD berikutnya.” Angaran kita siapkan sesuai dengan lahan yang representatif sesuai dengan yang sudah direncanakan,”ujarnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut