Puncak Varian Baru Covid-19 Diprediksi Juli

FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK F----dr Hj Nurhandini Eka Dewi

MATARAM—Puncak kasus Covid-19 varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksikan akan terjadi pertengahan Juli mendatang.

Menyikapi hal tersebut, Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menyampaikan ada peningkatan kasus Covid-19 di NTB yang di jadi kota Mataram pada minggu lalu, meski jumlahnya sedikit. “Tapi minggu ini tidak ada. Hanya satu yang positif pada minggu ini. Artinya masih relatif stabil,” ujarnya kepada Radar Lombok.

Eka menuturkan, pada event MXGP Samota di kabupaten Sumbawa beberapa hari lalu sesuai hasil swab yang dilakukan tim Satgas yang melakukan pelacakan diarena Sirkuit MXGP tidak ada ditemukan kasus positif. “Alhamdulillah kita bisa menjaga. Dan memang kalau saat ini kita selalu mengingatkan kepada semua pihak bahwa pandemi belum berakhir, jadi mematuhi prokes, itu jadi satu keharusan,” kata Eka.
Dengan patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes), sambungnya, maka apa yang ditakutkan dengan adanya perkiraan puncak Omicron yang diramalkan dapat dihindari. “Apa yang kita takutkan peningkatan kasus dari varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di bulan Juli sesuai ramalan itu bisa kita hindari untuk NTB. Kalau di Jawa, kenaikan bisa tujuh kali lipat dari sebelumnya, karena daerahnya padat penduduk,” sambungnya.

Baca Juga :  Dispar dan BPPD NTB Dinilai Tak Punya Inovasi Promosi WSBK

Eka bersyukur dengan kondisi penduduk di semua daerah di NTB yang tidak terlalu padat. Apalagi masyarakat masih patuh terhadap Prokses, terutama penggunaan masker, meski ada yang sudah mulai abai. “Tapi lebih banyak yang patuh dari pada yang tidak patuh,” ucapnya.
Meski demikian, lanjut Eka, upaya Pemprov akan intensif mengingatkan masyarakat dengan adanya ramalan puncak varian Omicron pada pertengahan Juli mendatang. “Peringatan kenaikan kasus di bulan Juli itu bukan tanpa dasar. Karena dari pengalaman tahun sebelumnya, itu terjadi. Makanya kita akan intensif mengingatkan masyarakat lagi soal penerapan Prokes ini,” jelasnya.

Apalagi pada saat ini masih musim libur bagi anak sekolah. Yang tentu ketika musim libur mobilitas berpergian lebih banyak lintas penduduk antar wilayah. “Termasuk dari luar negeri. Saat ini kan musim panas, jadi banyak wisatawan yang datang dari luar negeri. Jadi tingkatkan kewaspadaan. Terutama pengelola sarana hiburan dan pariwisata, untuk tetap memperingatkan masyarakat yang datang,” pintanya.
Sebab, menurut Eka, bentuk antisipasi yang dilakukan Pemprov tidak lain hanya mengingatkan supaya masyarakat tidak lengah dengan kondisi saat ini. “Jadi sebetulnya antisipasinya itu yang mengingatkan untuk patuh Prokes. Sederhana, pakai masker, itu paling simpel. Makanya di MXGP lalu, saya peringatkan pakai masker saja,” ucapnya.

Baca Juga :  Penjualan Tiket MXGP Samota Masih Didominasi Warga NTB

Selain mengingatkan, upaya yang terus digencarkan juga masalah vaksinasi. Terutama vaksinasi ke tiga atau booster. “Salah satu antisipasi juga meningkatkan booster, karena capaian booster kita kan masih 30 persen, sementara target 70 persen. Karena itu maka menjelang even-even besar nanti, salah satunya mungkin harus kita syaratkan booster itu,” pungkasnya. (sal)