Puncak Bau Nyale Ditetapkan Hari Ini

BERPOSE: HL Putrie kepala dinas Parbud, Lalu Nikman Bukhari dan ketua pemangku adat Lalu Bayan (Saparudin/radar Lombok)

PRAYA-Hari ini, berlokasi di Pantai Seger, sebanyak 15 pemangku  adat bakal kumpul untuk menentukan bulan jatuhnya puncak bau nyale atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Sangkep Warige”.

Dari 15 pemangku adat ini, semuanya berasal dari 4 penjuru angin, yakni mangku barat Timur, Selatan dan Utara. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Parbud) HL Putrie MPd mengatakan, sebagai tradisi dalam menentukan puncak bau nyale (Cacing laut), sebelumnya dilakukan berbagai macam cara yang lebih akrab disebut, penyelesaian gawe secara adat.

Di mana untuk menentukan itu, pada besok pagi (Hari ini Red), 15 pemangku adat bakal kumpul di pantai seger, guna menyampaikan hasil penelusuran ataupun kajian, kapan jatuhnya malam kebudayaan Loteng ini. “Sebelumnya  satu minggu lalu, 15 pemangku adat ini telah melaksanakan sangkep atau menghitung hari jatuhnya bau nyale, dan hari ini mereka akan melaporkan hasilnya, yang disebut sangkep warege, yang akan dipusatkan di pantai Seger,” terangnya, Rabu (4/1).

[postingan number=3 tag=”puncak”]

15 pemangku adat yang sudah diangkat oleh Parbud, ini berasal dari 4 penjuru angin, yakni Timuk, Bat, Lauk Daye. Dari 15 pemangku adat ini lanjutnya, ada yang ahli dibidang ilmu perbintangan, tanda tanda alam, memiliki ilmu maritim kelautan. “Sesuai dengan kehliuan yang mereka miliki, mereka nantinya akan perang pendapat sehingga nanti aka nada seasen penentuan malam puncak bau nyale,” katanya.

Selanjutnya dalam penghitungan ini, juga akan ada yang namanya, perkanggo kumilip kumalap, alas kualon walantake, ilmu gaib, ilmu piranti piranti trahdukingkune berue, seperti.  Pertama, motosiung gulegerape, benang setokel, beras kuning, kepeng bolong, manuk panggang, kedua, balu pamunci, betisikan air suci dari bunmass yang dilengkapi 9 macam bunga, yang diambil dari seluruh penjuru lombok.

Dikatakan, untuk saat ini pertanda bau nyale sudah dekat seperti, tengking mulai tinbuh, terdengarnya bunyi tengkerek, rembaung bamboo sudah habis, tumbuhnya bunga merdu kentaolon, adanya bintang tenggalik. Selanjutnya gemuruh tender laut sudah mulai terdengar, sehingga sangkep warege (peraoet sile pesopok ambu madu arep) dilakukan.

Selain menentukan bulan bau nyale, tujuan sangkep warege ini juga bakal menghasilkan mana yang namanya bau nyale poto dan tunggak. Sementara itu ketua pemangku adat Lalu Bayan mengatakan, untuk sementara ini sesuai hasil penalarannya, bulan tanggal jatuh bau nyale pada tanggal 20 bulan 10 kalender sasak dan jatuh pada pertengahan bulan Pebruari. “Pertengahan bulan Pebruari jatuh bau nyale persi hasil penelusuran saya, namun pendapat ini tidak kuat lantaran nanti ada 15 pemangku adat yang bakal menentukan, kapan puncaknya,” katanya singkat. (cr-ap)