Puluhan Unit Randis tak Jelas Keberadaannya

H. Mahyudin
H. Mahyudin.( Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG-Sekitar 40 lebih unit kendaraan dinas milik Pemkab Lombok Barat berceceran tidak jelas keberadaannya. Ini berdasarkan hasil pendataan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Barat.

Kepala BPKAD Lombok Barat H. Mahyudin menjelaskan, 40 unit tersebut saat ini posisinya ada yang sudah hilang, ada pula yang masih digunakan mantan pejabat, terutama eks anggota DPRD. Namun randis yang tidak jelas keberadaannya ini didominasi oleh kendaraan roda dua.”Jika digabungkan dengan Randis yang  hilang, ada sekitar 40-an yang belum kembali,” kata Mahyudin.

Pihak BPKAD sedang melakukan penaksiran harga agar didapat nilai kerugian dari kendaraan-kendaraan yang hilang tersebut.” Sedang dihitung dan dilakukan penilaian untuk ganti rugi,” ungkapnya.

Untuk Randis yang masih dikuasi oleh sejumlah orang termasuk eks anggota DPRD Lobar, penagihan masih terus dilakukan dengan cara bersurat. Randis yang hilang masih proses penghitungan agar ketahui besar kerugian.

Sampai saat ini belum ada laporan dari pihak Sekretariat DPRD Lobar terkait Randis yang masih dikuasai eks anggota dewan. Sebab yang bersurat ke pemakai kendaraan adalah Sekretariat DPRD. Targetnya, September ini kendaraan-kendaran tersebut sudah kembali.” Batasnya sampai bulan September ini, harus dikembalikan,” tegasnya.

Terpisah, Plt Sekretaris DPRD Lombok Barat, Baiq Aisyah Desilina mengatakan, sampai saat ini Randis yang dikuasai eks anggota dewan sebagian sudah kembali.”Sudah ada yang mengembalikan, termasuk mantan pimpinan DPRD Lobar periode tahun 2009-2014.

Mantan pimpinan DPRD periode 2014-2019 yang sudah mengembalikan yaitu H. Sulhan Mukhlis Ibrahim, Multazam dan H. M Nursaid. Sedangkan Randis yang ada di mantan Ketua DPRD  Lobar yang sekarang jadi wakil ketua DPRD Lobar, Imam Kafali, sesuai aturan Randis yang lama harus dikembalikan, nanti akan diberikan Randis yang baru. Aturannya harus kita tarik dulu, nanti diganti yang baru,” tambahnya.(ami)