Puluhan UMKM Dilibatkan Ikut Pameran MTQ

MATARAM—Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke XXVI yang dipusatkan di Islamic Center (IC) Provinsi NTB, dan berlangsung mulai tanggal 27 Juli-7 Agustus mendatang, akan melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hanya saja pelaku UMKM yang terlibat ikut pameran di arena MTQ adalah mereka yang telah bersertifikasi.

“Kita hanya melibatkan UMKM yang sudah punya produk bersertifikasi, dan punya label,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Hj Budi Septiani, usai menghadiri rapat persiapan MTQ di Kantor Gubernur NTB, Kamis kemarin (14/7).

Disampaikan, dari sebanyak 275 stand pameran yang disiapkan panitia, puluhan stand diantaranya akan dimanfaatkan oleh UMKM binaan Pemerintah Provinsi NTB yang berasal dari sejumlah SKPD. Hanya saja, UMKM yang diberikan stand secara gratis ini harus sudah memiliki legalitas sertifikasi untuk olahan pangan dan untuk produk kerajinan juga harus sudah memiliki standarisasi.

Dengan demikian sambung Budi, diharapkan selama pameran nanti produk pelaku UMKM tersebut mendapatkan transaksi sesuai harapan, sekaligus sebagai ajang promosi produk unggulan daerah Provinsi NTB. “Untuk biaya stand pameran, UMKM digratiskan. Hanya saja UMKM yang ikut pameran itu diseleksi,” kata Budi.

BACA JUGA :  Ribuan Pengunjung Padati Pameran Hasil Penelitian Unram

Dari puluhan stand yang disiapkan itu, ada beberapa stand disiapkan khusus untuk produk unggulan daerah selain stand yang disiapkan dari Kementerian Perindustrian. Karena selain stand dari Kementerian Perindustrian bagi pelaku IKM, sejumlah SKPD lingkup Pemprov NTB juga memiliki stand yang digunakan untuk UMKM binaannya. “Intinya produk UMKM yang ikut dipamerkan itu sudah punya standarisasi, serta memiliki pangsa pasar bagus,” terangnya.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil para pelaku IKM untuk memastikan jenis produk yang akan diikutkan dalam pameran di MTQ tersebut. “Kita harapkan di ajang pameran MTQ itu, produk unggulan baik itu pangan maupun kerajinan sebagai ajang promosi, agar bisa lebih dikenal oleh pengunjung yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri,” harapnya. (luk)