Puluhan Sekolah di Lotim Butuh Tenda Belajar

Ilustrasi Sekolah
Ilustrasi Sekolah

MATARAM – Sejumlah sekolah yang mengalami rusak berat dampak guncangan gempa yang terjadi di Lombok Timur membutuhkan tenda sebagai tempat proses belajar mengajar siswa. Pasalnya, guru dan siswa tidak berani melaksanakan aktivitas belajar mengajar di dalam ruang kelas, karena kondisinya rusak berat.

Kepala Unit Dikbud, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Muhammad Irfan mengaku jika sejumlah sekolah untuk jenjang SD dan SMP yang mengalami kerusakan berat ruang kelasnya, belum bisa melakukan aktivitas belajar mengajar.

BACA JUGA: Polres Mataram Tingkatkan Patroli Pasca Gempa

“Masih belum ada tenda yang diberikan ke sekolah untuk digunakan belajar siswa untuk sementara,” kata Irfan, Kamis kemarin (23/8).

Irfan menyebut, bahwa di wilayah Kecamatan Suela terdapat 33 SD, dari jumlah itu puluhan sekolah mengalami rusak berat akibat gempa Lombok. Hanya saja, bantuan tenda untuk tempat aktivtas proses belajar mengajar siswa hanya beberapa saja, yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Akibat masih banyaknya sekolah terdampak belum mendapatkan tenda, berakibat pada proses belajar mengajar tidak bisa terlaksana. Siswa hanya datang ke sekolah sebentar saja, kemudian pulang lagi. “Bantuan tenda dari Kemendikbud itu sampai sekarang belum ada,” tuturnya.

Sementara itu, bantuan tenda dari BPBD untuk beberapa sekolah dimanfaatkan sebagai tempat pusat kegiatan program trauma healing bagi siswa yang terdampak gempa.

Sementara itu, Panitia Pengawas Kecamatan Suela, Ustur mengakui kekurangan tenda sehingga proses belajar mengajar tidak dilakukan selama ini. Dengan kondisi ini peroses belajar di halaman sekolah tidak dilakukan, terlebih lagi masyarakat masih memanfaatkan sebagai tempat pengungsian.

BACA JUGA: Google Berikan Peringatan Bahaya untuk Lombok

“Bagaimana siswa bisa belajar jika tidak ada tenda. makanya sekolah diliburkan,” ucapnya. Terpisah Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Minhajul Ngabidin mengaku saat ini tenda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI terbatas. “Jumlah tenda yang didistribusikan Kemendikbud itu jumlahnya terbatas,” ujarnya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut