Puluhan Pejabat Tes Kesehatan

PRAYA-Puluhan pejabat golongan IV/b berbondong-bondong ke RSUD Praya, Rabu kemarin (25/1).

Mereka hendak mengikuti tes kesehatan jasmani sebagai salah satu persyaratan untuk mendaftar sebagai pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dirut RSUD Praya, dr Muzakir Langkir mengatakan, ada puluhan pejabat berstatus mantan kepala dinas, kepala badan, kepada kantor, kepala bagian, dan sekretaris yang melakukan cek kesehatan jasmani. Cek kesehatan sudah dibuka sejak awal pekan ini. ‘’       Tetapi, beberapa pejabat juga sudah melakukan cek kesehatan pekan lalu,’’ ungkap Langkir, kemarin.

Dalam cek kesehatan ini, jelas dia, akan dilakukan empat item. Yakni, pemeriksaan darah lengkap, cek jantung, radiologi (rontgen), dan narkoba. Sejauh ini, belum ada ditemukan pejabat yang tidak sehat. Yang jelas, pihaknya akan tetap bekerja profesional sebagai petugas kesehatan.

Jika nanti ditemukan ada pejabat yang tidak sehat, maka pihaknya tidak akan meluluskan. Atau, sekurang-kurangnya akan diberitahukan jika kemungkinan pejabat tersebut masih memungkinkan untuk sembuh. Atau, memiliki penyakit yang sekiranya masih bisa disembuhkan. Sebaliknya, pihaknya akan memberitahukan secara langsung atau tidak akan meluluskannya. ‘’Untuk sejauh ini belum kita temukan yang tidak lulus. Semuanya rata-rata sehat,’’ sebutnya.

Setelah cek kesehatan jasmani ini, lanjut Langkir, para pejabat itu kemudian akan melakukan cek psikologis ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram. Pihaknya tidak menyediakan cek kesehatan rohani, sehingga harus bertolak ke Mataram. ‘’Kalau untuk psikologisnya harus ke RSJ Mataram. Kami tidak menyediakan itu,’’ katanya.

[pstingan number=3 tag=”tes”]

Langkir juga menyebutkan, para pejabat yang ikut tes membayar sendiri biaya cek kesehatan mereka. Sebab, ini merupakan kebutuhan mereka sebagai persyaratan pribadi untuk menjadi pejabat. Sehingga beban biaya untuk semua perlengkapan persyaratan dibebankan kepada masing-masing pejabat. ‘’Biayanya itu sebesar Rp 268 ribu untuk empat item tersebut. Dan pendaftaran itu akan kita tutup sampai penutupan pendaftaran tanggal 3 Februari nanti,’’ pungkasnya.

Sementara mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Tengah, HM Suhardi mengaku, sudah lulus dalam cek kesehatan jasmani tersebut. Menurutnya, hasil cek kesehatan akan dilengkapi terlebih dulu. Masalah kemudian mau mendaftar ke bagian mana untuk jadi apa, belum jelas. ‘’Semuanya masih dalam proses saja. Kita lihat saja nanti,’’ katanya. 

Informasinya, bapak mau kejar jabatan sekretaris dewan (sekwan)? Belum jelas, tegas Suhardi. Semuanya akan melalui serangkaian proses nantinya. Sebab, secara aturan setiap jabatan/kursi minimal diisi empat pendaftar. Sehingga penentuan arah kursi itu kemungkinan akan diputuskan menjelang penutupan pendaftaran pada 3 Februari 2017 nanti. ‘’Nanti saja kita lihat H-1 penutupan,’’ tandasnya.

Senada juga diungkapkan Camat Praya Tengah, Sahri. Dia mengaku, hanya sebatas melengkapi persyaratan adminstrasi dulu. Masalah kemudian mengarah dan mendaftar di dinas mana, belum diputuskan. Yang jelas, dirinya akan mengarah kepala instansi nonteknis. Seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), dan beberapa instansi nonteknis lainnya. ‘’Arah pasnya belum jelas, tapi untuk angan-angannya ke instansi nonteknis,’’ bebernya.

Berapa camat yang akan mendaftar? Informasinya, kata Sahri, ada tiga camat. Yakni Camat Praya Timur, Muliardi Yunus dan Camat Praya Barat Daya, Kamarudin. Akan tetapi, semuanya belum pasti karena masih sebatas informasi saja. ‘’Itu yang akan. Belum pasti, termasuk saya,’’ pungkasnya.

Diberitakan koran ini sebelumnya, belum ada satu pendaftar pun untuk kursi eselon II. Kemungkinan, para pejabat ini masih sibuk mengurusi persyaratan administrasinya terlebih dulu. Sehingga mereka belum berkesempatan dan melengkapi berkasnya untuk kemudian mendaftar. ‘’Belum ada yang mendaftar,’’ ungkap Sekda Lombok Tengah, H Nursiah sebelumnya. (dal)