Puluhan Murid SD Terlibat Tawuran

VIRAL: Video tawuran pelajar SD di wilayah Kecamatan Pujut yang viral di media sosial, kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) yang rata-rata perempuan ini terlibat tawuran. Bahkan aksi tawuran yang diduga antara murid SDN 4 Sengkol dan SDN Semundal yang juga berada di Desa Sengkol Kecamatan Pujut ini beredar dan viral di berbagai grup watshap.

Tawuran pelajar sekolah dasar ini terjadi pada Senin (20/5) sekitar pukul 11.00 WITA di lapangan Mandalika Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Dalam video yang berdurasi 37 detik ini, tampak puluhan pelajar SD ini masih mengenakan seragam sekolah yakni baju putih dan rok merah. Mereka saling baku hantam layaknya pertengkaran orang dewasa. Dalam video yang beredar untuk pelajar yang cowok terlihat hanya menonton aksi tawuran pelajar ini. Informasi yang berhasil dihimpun bahwa tawuran ini disebabkan karena sebelumnya pelajar SD ini terlibat saling ejek di watshap hingga mereka memutuskan untuk berkelahi.

Baca Juga :  Warga Desa Kateng Geruduk Kantor Polisi

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata ketika dikonfirmasi membenarkan aksi tawuran yang dilakukan puluhan pelajar SD ini. Informasi yang ia dapat bahwa tawuran ini disebabkan karena para pelajar ini saling ejek melalui watshap. “Jadi awalnya mereka saling olok di wastahap kemudian bertengkar di lapangan Mandalika Sengkol. Kejadiannya kemarin Senin sekitar jam 11.00 WITA,” ungkap IPTU Lalu Brata saat dihubungi Radar Lombok, Selasa (21/5).

Mengetahui adanya aksi tawuran ini, kepolisian juga langsung bergerak cepat untuk melakukan mediasi kepada para pelajar ini. Dari hasil mediasi disepakati bawa mereka bersepakat untuk berdamai dan menyerahkan proses selanjutnya ke masing-masing sekolah untuk dilakukan pembinaan. “Tadi sudah kita lakukan mediasi melalui Polsek Pujut di SDN Semundal ini dan sudah tidak ada masalah. Semua sepakat berdamai dan kita serahkan ke masing-masing sekolah untuk tindaklanjutnya,” terangnya.

Baca Juga :  Sasar Mandalika, 603 Botol Miras Berhasil Disita

Lalu Brata merasa perihatin dengan adanya insiden ini, terlebih aksi tawuran ini dilakukan oleh pelajar yang masih SD. Sehingga pihaknya berharap dengan kejadian ini dijadikan pembelajaran bagi semua pihak untuk sama-sama menjaga anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama agar membatasi anak untuk memegang HP untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kepada guru dan orang tua juga kita minta agar lebih intens untuk mengawasi anak-anak. Kita sarankan untuk tidak dikasih dulu memegang HP karena ini masih anak SD. Apalagi dengan teknologi yang ada saat ini, jangan sampai anak SD yang pegang HP terus melihat di media sosial hal yang tidak-tidak dan itu yang mereka jadikan contoh,” imbuhnya. (met)

Komentar Anda