Puluhan Foto Langka Lombok Sumbawa Dipamerkan di Museum NTB

Kerjasama LHSS, Museum NTB, Dispar NTB dan BPPD NTB

PAMERAN FOTO SEJARAH: Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi, mewakili Pemprov NTB memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour yang digelar LHSS di Museum NTB, Minggu (12/12). (sigitsetyo/radarlombok)

MATARAM—Berangkat dari keinginan untuk melestarikan keberadaan berbagai bangunan kuno di NTB, khususnya di Lombok, beserta kisah atau sejarah yang menyertainya. Lombok Heritage and Sciense Society (LHSS), bekerjasama dengan Museum NTB, BPPD NTB dan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, menggelar “Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour”, selama seminggu, 12 – 19 Desember, bertempat di Museum Negeri NTB.

“Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, pulau Lombok dan Sumbawa juga memiliki sejarah panjang mulai dari zaman kerajaan, kolonialisme (Belanda), hingga perang kemerdekaan, yang kemudian bersatu menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Ketua Panitia Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour, Agung Dwipayana, mengawali laporannya ketika pembukaan acara, Minggu (12/12).

Hanya saja sambungnya, kekayaan sejarah yang dimiliki Lombok dan Sumbawa ini seakan tenggelam, seiring dengan mangkraknya, bahkan runtuhnya berbagai bangunan kuno yang ada.

“Padahal, daerah lain justru menjadikan keberadaan bangunan-bangunan kuno di daerahnya ini sebagai destinasi wisata sejarah unggulan, yang sangat diminati para wisatawan,” ujar Agung.

Karena itu, para pencinta sejarah NTB yang kemudian tergabung dalam LHSS, merasa ikut terpanggil dan peduli untuk melestarikan berbagai peninggalan bangunan kuno yang ada, mendata, melakukan riset, hingga publikasi dan dokumentasi, agar potensi kekayaan sejarah daerah ini (NTB) dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

“Salah satu caranya, berbagai kegiatan di masa lalu yang dokumen fotonya justru lebih banyak tersebar dan dikoleksi museum-museum diluar negeri, kami buat salinannya untuk kemudian kami pamerkan di Museum NTB. Demikian agar lebih dipahami, masyarakat atau wisatawan juga akan kami bawa berkunjung ke lokasi-lokasi dimana peristiwa-persitiwa dalam foto-foto langka itu berlangsung, melalui heritage tour (wisata sejarah),” jelas Agung.

PEMBUKAAN PAMERAN FOTO: Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi, mewakili Pemprov NTB, didampingi Kepala Museum NTB, Bunyamin, SS. M.Hum, Ketua BPPD NTB, dan Ketua Panitia Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour, memukul gong sebagai tanda dibukanya pameran. (sigitsetyo/radarlombok)

Senada, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Arie Garmono menyampaikan bahwa dengan telah tumbuh pesatnya sektor kepariwisataan di NTB, tentu tidak bisa hanya mengandalkan potensi keindahan alam, seni budaya dan kulinernya saja.

Dibutuhkan inovasi dan kreatifitas agar para wisatawan yang berkunjung ke NTB, khususnya Lombok, tidak merasa jenuh atau monoton, yang berimbas hanya datang sekali, untuk kemudian tidak lagi.

BACA JUGA :  BPPD NTB Tunjuk Perwakilan Promosi dan Pemasaran di Korsel

“Adanya kreatifitas yang ditunjukkan oleh LHSS, melalui pameran foto-foto langka tentang Lombok dan Sumbawa ini, tentu dapat menambah ketertarikan para wisatawan untuk berkunjung ke NTB,” ucap Arie Garmono.

Begitu juga tour wisata sejarah atau heritage tour yang dilakukan, bisa memperkaya dan melengkapi paket-paket tour wisata yang ada selama ini.

“Para wisatawan datang itu tidak hanya ingin menikmati keindahan alam, melihat keunikan seni dan budaya atau merasakan kelezatan makanan dan minuman khas saja. Tetapi mereka juga ingin melihat, mendengar dan mengetahui sejarah masyarakat di pulau Lombok dan Sumbawa. Dan ini peluang bagi LHSS untuk mengeksplore,” tutur Arie Garmono.

HERITAGE TOUR: Usai melihat koleksi foto-foto bersejarah yang langka di Museum NTB, peserta diajak heritage tour atau tour wisata sejarah dengan city bus ke kawasan Ampenan, Mataram dan Cakranegara. (sigitsetyo/radarlombok)

Sementara Kepala Museum Negeri NTB, Bunyamin, SS. M.Hum, menyatakan membuka selebar-lebarnya kreatifitas masyarakat yang ingin menjadikan Museum NTB sebagai media untuk mengaktualisasikan kreasi dan inovasinya. Tentu selama itu masih terkait dengan Tupoksi Museum NTB sebagai instansi yang menangani pelestarian koleksi benda-benda bersejarah.

“Kami menyambut baik dan sangat mendukung sekali kegiatan Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour yang diinisiasi oleh LHSS di Museum NTB. Melalui kegiatan seperti ini, selain sesuai Tupoksi Musuem NTB, juga dapat menarik minat masyarakat atau wisatawan untuk berkunjung ke Museum NTB. Foto-foto langka kegiatan atau tempat bersejarah yang ada di Lombok dan Sumbawa yang dipamerkan, justru akan semakin melengkapi keberadaan 7.698 koleksi benda bersejarah yang ada di Museum NTB,” papar Bunyamin.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi, ST. M.Um, dalam sambutan mewakili Pemerintah Provinsi NTB, sekaligus membuka acara, sangat mengapresiasi Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour yang digelar LHSS.

“Benar, memajukan pariwisata itu tidak hanya modal keindahan alam, seni budaya dan kulinernya saja. Namun harus ada digali atau diciptakan kreasi-kreasi baru yang bisa melengkapi berbagai paket wisata yang ada, sehingga dapat lebih menarik minat wisatawan berkunjung,” ucapnya.

Menurutnya, Lombok dan Sumbawa kalau mau lebih dalam digali, masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Tentu pemerintah, dalam hal ini Dispar NTB tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan peran aktif dari masyarakat, termasuk LHSS.

BACA JUGA :  Syukuri Hasil Panen, Warga Batu Kumbung Gelar Tradisi Roah Gubuk

“Kegiatan Pameran Foto Sejarah dan Heritage Tour yang digelar LHSS ini sangat bagus sekali. Kami sangat mendukung, dan akan mengagendakan dapat terlaksana secara kontinyu. Mungkin kalau sekarang berlangsung di Museum NTB, mungkin ke depan juga bisa dilaksanakan di lokasi-lokasi lain, sekaligus menjadi ajang promosi kepariwisataan NTB,” ucap Yusron.

Selanjutnya sebagai pelengkap kegiatan, para peserta diajak untuk tour wisata sejarah menggunakan city bus, berangkat dari Museum NTB, menuju ke Ampenan, Mataram, Cakranegara, untuk selanjutnya kembali ke Museum NTB.

“Setelah melihat foto-foto langka dan bersejarah di Museum NTB, peserta kita ajak berkunjung ke kawasan Ampenan, melihat secara langsung eks pelabuhan Ampenan (bandar internasional) yang telah ada sejak tahun 1775, beserta bangunan-bangunan kuno bersejarah disekelilingnya yang masih banyak berdiri dengan megah,” jelas Gegen, aktifis LHSS yang bertugas menjadi pemandu wisata atau tour guide.

Usai di Ampenan, perjalanan dilanjutkan ke Mataram, melihat dan mengetahui keberadaan bangunan-bangunan bersejarah di bekas pusat Kerajaan Mataram dimasa lalu, sebelum berpindah ke Cakranegara. Dimana kini seiring zaman telah berubah menjadi Kantor Wali Kota Mataram (kediaman Gusti Nyoman Kaler), Kantor Gubernur NTB (Istana Kerajaan Mataram), Pendopo Gubernur (kediaman Putra mahkota Anak Agung Ketut Karangasem), Wisma Giri Putri (Pesanggrahan Bogor untuk menerima tamu), dan lainnya.

“Terakhir kunjungan ke kawasan Cakranegara, peserta kita ajak melihat lokasi bekas dua kerajaan besar di Lombok, yaitu Kerajaan Singasari dan Kerajaan Mataram, dengan bangunan bersejarah yang masih lestari dan dapat kita lihat sampai sekarang yaitu Pura Meru, dan Taman Mayura. Berikutnya dalam perjalanan kembali ke Museum NTB, singgah ke Makam Van Ham, Jenderal pemimpin ekspedisi pasukan Belanda ke Lombok, yang tewas dalam peperangan dan dimakamkan di komplek pemakaman disekitar Pura Dalem Karang Jangkong,” pungkas Gegen. (gt)