PU Anggarkan Rp 12 M untuk Irigasi

ILUSTRASI ANGGARAN

SELONG—Tahun 2017 ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar lebih untuk perbaikan irigasi bagi lahan pertanian yang ada di sejumlah kecamatan di Lotim. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digelontorkan pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PERA).

“Untuk 2017 , kita diberikan anggaran oleh kementerian PU Pera sebanyak Rp. 12 miliar, 50 juta untuk irigasi,” ungkap Kabid Pengairan PU Nurul Saadah ketika ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/12).

Anggaran Rp 12 miliar itu, nantinya akan dialokasikan untuk perbaikan irigasi di lima lokasi. Seperti di Kecamatan Labuan Haji dan Sakra Timur. Lokasi itu dijadikan prioritas karena perintah langsung dari bupati. Karena wilayah itu, merupakan daerah yang rawan dilanda bencana kekeringan. “Karena daerah yang yang sering terkena bencana kekeringan diminta untuk di prioritaskan, sehingga irigasinya harus di tuntaskan,” terang Nurul.

Ditahun 2017 ini lanjutnya, merupakan penuntasan untuk daerah   irigasi yang sebelumnya gagal panen akibat kekeringan. Perbaikan irigasi akan dilakukan  mulai dari hulu sampai ke hilir. Sementara untuk program perbaikan irigasi di tahun sebelumnya, dipastikan semuanya sudah tuntas direalisasikan. “Kalau untuk irigasi di tahun 2016, sudah 100 persen terealisasi,” akunya.

[postingan number=3 tag=”irigasi”]

Sedangkan terkait anggaran Rp 12 miliar untuk perbaikan irigasi tahun ini, dianggap masih belum cukup. Hal ini karena masih banyak lagi irigasi yang membutuhkan perbaikan di sejumlah tempat lainnya di Lotim. Dengan keterbatasan itu, maka perbaikan pun dilakukan terhadap irigasi yang menjadi prioritas. “Kita ada prioritas, satu sampai lima. Jadi untuk prioritas pertama, kita fokus dulu dilima lokasi ini. Empat di Sakra Timur dan satu lagi di Labuan Haji,” sebut Nurul.

Yang jelas kata dia, anggaran Rp. 12 miliar ini sepenuhnya akan digunakan untuk perbaikan irigasi saja.  Masalah irigasi ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas PU semata, melainkan juga tanggung jawab dinas Pertanian dan Peternakan. “Memang harus ada kontribusi dari dinas Pertanian  untuk Irigasi tersier. Kalau kita akan hanya sekunder,” terang dia.

Ia berharap nantinya pihak Dinas Pertanian bisa melanjutkan untuk perbaikan irigasi tersiernya. Sehingga nantinya bisa satu alur dengan saluran irigasi sekunder yang dibuat dinas PU. “Kalau hanya sekunder bagus tersier tidak mendukung, ini akan menjadi persoalan,” sebutnya.

Terkait ini, pihak pun telah melakukan komunikasi dengan dinas Pertanian. Dan nanti perbaikannya akan bisa berjalan beriringan dengan dinas tersebut. Untuk realiasi anggaran irigasi tahun ini, Nurul mengaku dalam waktu dekat segera akan dieksekusi.

Terlebih lagi perencanaanya sendiri  sudah disiapkan jauh hari sebelumnya. Dan sementara ini, mereka pun masih menunggu penyesuaian terkait dengan standar harga. “Mungkin sekitar bulan Februari- Maret kita bisa Launching. Saat ini kita tinggal tunggu standar harganya saja,” tutup Nurul. (lie)