PT KTS Bantah Ada Bibit Bawang Putih Bermasalah

PT KTS Bantah Ada Bibit Bawang Putih Bermasalah
PANEN BAWANG PUTIH: Para petani di Desa Sembalun, Lotim, terlihat sedang memanen bawang putih, yang bibitnya didatangkan PT KTS dari Taiwan. Sehingga hal ini sekaligus menangkal isu kalau panen bawang putih gagal. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG — PT Karya Tani Semesta (KTS) selaku importir bibit bawang putih, membantah tegas, bahwa penanaman bawang putih yang merupakan proyek pengadaan 78 ton bibit bawang putih impor disebut gagal, karena tak sesuai spek dan jenisnya. Selain juga dikatakan kalau pengadaan bibit adalah untuk bawang konsumsi, seperti yang diberitakan di salah satu media belum lama ini.

Menurut PT KTS, tanaman bawang putih yang dinilai gagal itu hanya salah jadwal penanaman saja. ”Apa yang dibilang gagal itu tidak benar, dan apa yang dibilang bibit itu dari Cina, juga itu tidak benar. Karena bawang itu berasal dari Taiwan, dan merupakan bibit murni, bukan bawang konsumsi,” kata Koordinator Lapangan PT KTS, Adiyan, kepada sejumlah media, Minggu kemarin (3/12).

BACA JUGA :  Harga Jual Rumput Laut di NTB Rendah

Dengan adanya pemberitaan tidak berimbang di salah satu media itu, dimana diberitakan petani gagal panen, karena menanam bibit bawang putih impor. Padahal kenyataannya, 70 persen petani di Kecamatan Sembalun, Lotim, berhasil dengan baik. Bahkan saat ini ada 10 persen lebih masih dalam proses panen, dan hanya sekitar 10 persen saja yang diduga gagal.

“Adanya kegagalan itu akibat cuaca. Dimana penanaman bibit bawang putih ini semestinya ditanam antara bulan Maret, dan bulan September petani sudah panen,” jelas Adiyan.

Selain kegagalan panen disebabkan jadwal penamanan yang lambat, kegagalan juga disebabkan intesitas curah hujan yang tinggi. Sehingga pada saat panen tiba, akan mempengaruhi hasil panen petani. “Jadi kegagalan ini tidak semata-mata karena bibitnya. Jadi ini bukan seperti yang diberitakan itu,” sanggahnya.

Tak hanya itu, dalam pemberitaan juga disebutkan kalau kegagalan itu akibat petani terpengaruh oleh isu yang dihembuskan pihak pesaing sesama importir lainnya. Akibatnya banyak petani yang termakan isu, kalau bibit yang didatangkan oleh PT KTS adalah bibit yang mengandung bakteri. ”Isu ini yang kemudian membuat sebagian petani tidak merawat bawang putihnya,” jelasnya.

Padahal dari sejumlah petani yang ada, mereka berhasil menanam bibit bawang putih yang didatangkan importir (PT KTS). Dimana rata-rata petani mendapat hasil mencapai 1,7 ton hingga 1,8 ton saat panen basah, dari jumlah bibit yang hanya sebanyak 100 kilogram. ”Terus letak ruginya dimana? Dan yang mau diselidiki itu apa? Petani untung kok,” cetusnya.

Disampaikan, importir menyalurkan bibit bawang putih ke wilayah Sembalun, bukan permintaan perusahaan. Melainkan penyaluran bibit bawang putih ini adalah permintaan petani sendiri, dan merupakan salah satu program pemerintah untuk swasembada bawang putih. Dimana importir diwajibkan menanam bibit sekitar lima persen dari jumlah bawang putih yang di impor.

BACA JUGA :  Forum Investasi NTB Datangkan 200 Pengusaha

“Karena kita diwajibkan menanam, maka pihak importir harus mencari mitra untuk menanam bibit tersebut. Masyarakat Sembalun menyambut baik kebijakan ini, dan menjalin kerja sama. Total petani yang telah menjadi mitra kita saat ini sekitar 500 petani, dan total bibit yang sudah ditanam sekiyar 70 ton,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu petani yang juga anggota TNI yang ikut menanam bawang putih mengakui ada sejumlah petani yang mengalami kerugian. Namun jumlah petani yang gagal hanya beberapa persen saja, dan tidak sebanding dengan jumlah petani yang berhasil dari bibit importir yang sama tersebut.

“Kegagalan ini karena cuaca, dan salah jadwal tanam saja. Sehingga berdampak pada panen yang kurang maksimal. Tapi kalau bisa merawat dengan baik dan sesuai jadwal, hasilnya bagus. Buktinya pada saya, hasilnya cukup bagus,” singkatnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Lotim, M. Zaini, juga sebelumnya telah membantah adanya isu bibit bawang putih yang bermasalah, dan mengandung bakteri. ”Tidak ada bibit bawang putih yang megandung bakteri. Bahkan petani saat ini panen, dan hasilnya cukup bagus,” tandasnya.

Setelah mendapat isu adanya bibit bawang putih yang mengandung bakteri, pihaknya langsung turun dan melakukan uji laboratorium. Dari hasil uji lab itu, tidak ada bakteri atau penyakit seperti yang diisukan ada di bibit bawang putih impor. ”Jadi semua isu itu tidak benar,” pungkasnya. (cr-wan)