PT Jasa Raharja Latih Mantan Atlet Berwirausaha

MATARAM – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Jasa Raharja bersama  PT Indofarma menggelar pelatihan kewirausahaan bagi mantan atlet yang telah berprestasi di kancah nasional.

Tercatat ada 14 atlet yang mengikuti pelatihan ini. ”Kami memiliki program BUMN Hadir untuk Negeri. Dalam program itu kita merangkul mantan atlet untuk mengajarkannya menjadi seorang wirausaha,” kata Kepala Divisi Keuangan PT Jasa Raharja Persero  Triyugara di hadapan para mantan atlet di Hotel Grand Madani Mataram, Senin lalu (3/4).

Ia menyadari menjadi atlet berprestasi butuh perjuangan besar. Untuk melakukan perjuangan butuh pengorbanan baik waktu, jam belajar, keluarga, hingga sekolah. Dengan kondisi itu pihaknya merangkul mantan atlet untuk berwirausaha. Dengan demikian, bekal pelatihan itu bisa dijadikan sebagai bahan untuk melanjutkan kehidupan mereka.

[postingan number=5 tag=”olahraga”]

Para atlet akan diberikan bekal ilmu akuntansi, pembukuan, hingga alat yang akan digunakan mantan atlet untuk berwirausaha. ”Kita pilih memberikan peluang mereka untuk berwirausaha, agar mereka tidak kebingungan mencari pekerjaan setelah bersusah payah mengharumkan nama daerah,” bebernya.

Dia menjelaskan, PT Jasa Raharja menyediakan Rp 25 juta bagi mantan atlet yang akan berwirausaha. Namun, anggaran itu tidak akan diberikan sekaligus. ”Kita akan  berikan sebagian. Ketika bisnis mereka sudah lancar akan diberikan seluruhnya,” terangnya.

Dijelaskan, untuk mendapatkan anggaran itu,  mantan atlet harus mengajukan proposal setelah usahanya berkembang. Sementara perkembangan usahanya itu akan dilihat berdasarkan hasil survei tim. ”Semua tidak serta merta kita gelontorkan. Butuh proses,” terangnya.

Modal awal yang diberikan akan dilihat perkembangannya selama enam bulan. ”Jika usahanya tidak berkembang maka anggaran itu tidak bisa dicairkan semuanya,” beber Triyugara.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja NTB Dasrul Aswad mengatakan, sebenarnya PT Jasa Raharja memiliki tujuh program BUMN Hadir untuk Negeri. Diantaranya,  bedah rumah veteran, pertukaran pelajar antar daerah, BUMN Mengajar, pembinaan mantan atlet, pasar murah, jalan sehat, dan jambore bersama siswa. ”Program itu sudah kita jalankan sebagian,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengaku bangga dengan program yang dijalankan PT Jasa Raharja. Mereka sudah peduli terhadap mantan patriotik olahraga daerah. ” Mantan atlet menginginkan masa depan yang cerah juga. Mudah-mudahan dengan program ini mantan atlet bisa lebih sukses lagi,” harapnya.

Dikatakan, ada beberapa mantan atlet yang tidak memiliki pekerjaan saat ini. Padahal, sudah berjuang untuk mengharumkan nama daerah.

Bayangkan jika dari 14 mantan atlet yang mengikuti pelatihan itu, separuhnya sukses menjadi wirausaha, tentu akan membuka lapangan pekerjaan baru lagi. ”Mereka tidak perlu menunggu panggilan dan tes untuk ikut menjadi pegawai negeri,” tegasnya. (cr-adi/adv).