PT Energi Selaparang Terancam Dimerger

HM. Sukiman Azmy (Dok/Radar Lombok)

SELONG – Pemkab Lombok Timur selaku pemilik saham penuh PT Energi Selaparang akan melakukan perampingan jabatan direktur di perusahaan tersebut sebagai upaya mengefisiensikan keuangan perusahaan yang saat ini mengalami defisit. Diketahui, meski Pemkab Lotim telah menggelontorkan modal yang besar namun PT Energi Selaparang belum memberikan sumbangsih PAD yang besar ke daerah. Bahkan bisa dibilang selalu merugi. Kondisi ini mengharuskan Pemkab memberhentikan Direktur Utama (Dirut) H. Zainal Abidin.  Saat ini jabatan Dirut masih diisi oleh Plt.”Untuk mengurangi biaya, kita telah memberhentikan direktur operasional dan direktur utama. Dan kedepan kita berharap melalui Pansel kita akan menggunakan satu direktur saja,” kata Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy kemarin.

Sukiman juga tak menampik jika kondisi keuangan perusahaan belum sepenuhnya normal. Bahkan kalau  perusahaan ini tak kunjung maju dan berkembang maka tak dipungkiri bisa saja dimerger dengan perusahaan daerah yang lain.” Bisa saja kita merger dengan PD Agro Selaparang. Semuanya itu akan kita lihat dulu seperti apa perkembangannya,” tutup Sukiman.

BACA JUGA :  Bupati Perintahkan BRI Bina E-Warong Penyalur BPNT

Sebelumnya Plt Dirut Energi Selaparang  Hasfiandi mengatakan, setelah kurang lebih dua bulan dipercaya menjadi Plt Dirut, ada beberapa strategi yang dibuat untuk memulihkan kembali perusahaan. Salah satunya dengan tidak lagi mendatangkan  bahan baku dari luar untuk produksi air minum dalam kemasan (AMDK).” Hanya beberapa bahan baku yang kami order karena memang tidak ada di sini. Kalau untuk gelas, botol dan lainnya kita usahakan  dari sini,” jelasnya.

Langkah itu diambil  untuk menghemat agar tidak mengeluarkan biaya besar. Kalau bahan baku didatangkan dari luar, maka perusahaan harus menggunakan jasa suplier. Apalagi untuk sekali produksi AMDK, biaya yang dihabiskan bisa mencapai Rp 400 juta.” Belum habis di pertengahan produksi kita order lagi. Biaya yang dibutuhkan juga sama. Dan itu membutuhkan uang besar karena harus dibayar langsung. Tapi kalau kita datangkan dari sini selain biaya berkurang, uangnya juga bisa kita putar dulu untuk usaha lain,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Menteri Desa Apresiasi Kinerja Sukimen-Rumaksi

Lebih lanjut di sampaikan, produksi AMDK diakui sudah semakin meluas. Jumlah yang diproduksi juga meningkat. Namun semua itu disesuaikan dengan kemampuan mesin. Karena dalam sehari mesin hanya mampu memproduksi 1.200 baik itu air kemasan gelas maupun botol.” Saya lihat selama dua bulan tingkat produksi dan penjualannya meningkat. Ketika pesanan meningkat maka kita harus ubah strategi supaya tidak kewalahan,” imbuh Hasfiandi.

Ia menyampaikan sejumlah harapan ke Pemkab selaku pemegang saham. Ia ingin adanya penambahan usaha, salah satunya usaha elpiji. Terlebih  lagi banyak pengusahaan luar yang ingin menjual BBM bersubsidi dengan lisensi PT Energi Selaparang.”Tapi sekarang tergantung pemegang saham karena modalnya tidak sedikit,” tandasnya.(lie)