PT BAL Berhenti Beroperasi, PDAM Siap Distribusi Air ke Gili Meno dengan Perahu

Firmansyah (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan PT Berkat Air Laut (BAL) kemungkinan besar akan berhenti beroperasi menyalurkan air bersih di Gili Trawangan dan Meno per 15 Oktober 2022. Hal ini sebagai tindak lanjut ditariknya GNE oleh Pemerintah Provinsi NTB dari Gili, sesuai permintaan Bupati KLU Djohan Sjamsu, karena tidak memiliki izin SPAM.

Selanjutnya, yang akan menggantikan menjual air bersih yakni PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) yang bekerja sama dengan PDAM Amerta Dayan Gunung. Namun banyak pihak menilai, ini akan menjadi masalah baru. TCN memang memiliki jaringan di Gili Trawangan, sementara di Meno belum ada. Sementara ratusan masyarakat Meno menggantungkan air bersih dari PT BAL.

Terkait hal ini, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan skema menjamin ketersediaan air bersih di Gili Meno yang disebut-sebut paling terancam nantinya. “Yang paling masuk akal di masa transisi nanti adalah dengan sistemĀ  dropping air menggunakan perahu. Dropping (distribusi) airnya dari Gili Air yang terdekat ke Gili Meno,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD KLU Minta Proyek Pantai Bintang Dihentikan Sementara

Untuk mendropping air ini, pihaknya akan memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pengelola sementara, sembari menunggu ada jaringan permanen. “Terkait sistem dropping ini kami masih menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah daerah terkait mekanisme terbaiknya seperti apa. Ini juga tentu harus koordinasi dengan masyarakat lokal,” bebernya.

Soal kemudian sistem dropping ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Gili Meno, Firmansyah mengaku optimistis. Sebab dibandingkan dengan Gili Trawangan dan Gili Air, masyarakat Gili Meno yang paling sedikit masyarakatnya. “Hanya sekitar 300 kepala keluarga (KK) dan ada beberapa pelaku usaha,” bebernya.

Sebelum dropping air ini diterapkan tentu ada petugas yang nantinya akan turun melakukan pendataan kebutuhan air. Sehingga ditahu berapa kali akan melakukan dropping air bersih ke Gili Meno. “Untuk airnya tetap dibayar karena kita produksi dan butuh biaya untuk operasionalnya. Untuk tarifnya nanti akan disepakati,” bebernya.

Baca Juga :  PMI KLU Jatuh dari Lantai 13 di Malaysia

Lalu bagaimana dengan masyarakat Gili Trawangan dan Gili Air? Untuk kedua pulau tersebut kata Firmansyah, pihaknya tidak terlalu khawatir. Gili Air sudah ada pelayanan PDAM yang masuk sejak dulu. “Sementara untuk Gili Trawangan sudah dilakukan pemasangan meteran air. Ini sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Dari target 800 meteran air tersisa sekitar 150 hingga 200 saja yang belum terpasang,” ungkapnya.

“Masyarakat di sana terutama yang hotel-hotel juga sudah punya sumur bor,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada kemungkinan PDAM juga kerja sama dengan PT BAL, Firmansyah mengaku belum ada rencana. Pertimbangannya karena PT BAL ini sendiri pernah tersangkut kasus. “Kami tidak berani mengambil risiko,” tutupnya. (der)

Komentar Anda