PSMTI dan SCUA Gelar Kejuaraan Catur Terbuka Mataram 2022

MATARAM – Pengurus Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi NTB menggandeng Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Mataram, Percasi Kota Mataram dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Mataram menggelar kejuaraan Catur Terbuka Mataram 2022 selama dua hari, yaitu 30-31 Juli 2022.

Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Catur Terbuka Mataram 2022, Herryono Soegiarto mengatakan jumlah peserta awalnya dibatasi 150 orang, namun H-1 penutupan, peserta antusias mendaftar sehingga berjumlah 208 orang.

“Kategori terbuka 174 orang, kategori pelajar SMA 5 orang, SMP 12 dan SD 17 orang,” sebut Herryono saat pembukaan kejuaraan catur terbuka Mataram di Gedung PSMTI NTB, Sabtu (30/7).

Peserta berasal dari 9 kabupaten/kota se-NTB, ditambah peserta dari Percasi dan Provinsi Bali. Kota Mataram: 88 orang,  Lombok Barat: 20 orang, Lombok Utara 11 orang, Lombok Tengah 14 orang, Lombok Timur 36 orang. Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa 13 orang, Sumbawa Barat 8 orang, Bima 8 orang, Kota Bima 2 orang, Provinsi Bali 7 orang dan Pengurus Percasi 1 orang.

Baca Juga :  Ketika Pecinta Catur Membuka Kafe

Untuk kategori kelas Pertandingan dibagi dua yaitu kategori terbuka tanpa batasan gender dan usia dan kategori pelajar tingkat SMA, SMP dan SD.

Dijelaskan, penyelenggaran kejuaraan Catur Terbuka Mataram 2022 ini ditujukan untuk menjaring atlet  catur bagi setiap daerah untuk dijadikan pemetaan kekuatan atlet di daerah masing-masing.
Khusus bagi Kota Mataram, kejuaraan ini sekaligus dijadikan sebagai salah satu indikator penilaian seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  2022.

Menurutnya,  gelaran kejuaraan Catur Terbuka Mataram ini juga sebagai ajang pemanasan atlet Catur NTB maupun yang lain untuk menuju Kejuaraan Catur Internasional Rating FIDE yang akan dihelat pada tanggal 24-28 Agustus 2022 di Hotel Raja Kuta Mandalika Kabupaten Lombok Tengah.

“Memberikan kesempatan bertanding dan pembinaan mental bertanding bagi pecatur pemula,” ucap Herryono.

Adapun sistem pertandingan adalah Catur Cepat (Rapid Chess) dengan menggunakan waktu 25 menit plus increment (tambahan waktu per langkah) 10 detik. Pengaturan dan penilaian pertandingan untuk kategori terbuka menggunakan program sistem swiss 9 babak, kategori SD menggunakan program Swiss 6 Babak dan Kategori SMP menggunakan program Swiss 5 Babak, dengan penentuan juara menggunakan Tie Break Direct Encounter, Victory Point, Sonneborn Berger, Buchholz dengan urutan yang disepakati dalam technical meeting.

Baca Juga :  Ketika Pecinta Catur Membuka Kafe

Pengaturan dan penilaian pertandingan untuk kategori pelajar tingkat SMA menggunakan program sistem swiss round robin 5 babak, dengan penentuan juara menggunakan poin tertinggi dan apabila terjadi poin yang sama akan menggunakan sistem armageddon, yakni pemegang bidak putih diberi waktu lima menit, dan bidak hitam empat menit.

“Jika terjadi draw atau remis, maka pemegang bidak hitam otomatis dinyatakan sebagai pemenang,” jelas Herryono.

Adapun inspektur pertandingan yaitu M Tahir Royaldi, Wasit Ketua, Bambang Sugiarto, Wasit Pairing Siti Sulastri, Wasit Anggota Vidi Ekakusuma, I Nyoman Sadi, Nurdin Abubakar.

“Dewan Hakim terdiri dari sejumlah lima orang yang ditunjuk dari peserta pertandingan pada saat technical meeting,” tambah Herryono. (luk)