Proyek Sirkuit MotoGP Diklaim Sesuai Jadwal

EVENT:Berbagai event yang dilakukan oleh pihak ITDC sebelum adanya pandemi Covid-19 di KEK Mandalika.(ist)

PRAYA— Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menegaskan pembangunan kawasan ini termasuk sirkuit balap motor MotoGP berjalan sesuai rencana.

VP Corporate Secretary ITDC, Miranti Nasti Rendran menegaskan, sampai saat ini pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) dengan spesifikasi yang dapat difungsikan untuk balap motor international MotoGP masih terus berjalan dan sesuai jadwal. Pekerjaan konstruksi JKK dibagi dalam dua kegiatan utama, yaitu pekerjaan ground work atau galian, timbunan dan pemadatan tanah oleh kontraktor WIKA-BRL per 17 Oktober 2020 sudah mencapai kurang lebih 77,5 persen.
“Sementara pekerjaan lapisan akhir (pengaspalan) dan pekerjaan tunnel oleh kontraktor PT PP (Persero) mencapai 18 persen. Direncanakan akan selesai pada bulan Juni 2021,” ungkap Miranti Nasti Rendran, Rabu kemarin (21/10).

Ia menegaskan, untuk pembangunan hotel Pullman memang sempat terhenti, karena masalah pendanaan. Tetapi, saat ini mereka sudah mulai meneruskan kembali konstruksi hotel bekerjasama dengan Wika Gedung dengan nilai kontrak senilai kurang lebih Rp 700 miliar. Dimana, pada tahun 2021 pihaknya menargetkan selesai 80 persen. Sehingga dapat digunakan untuk akomodasi wisatawan pada perhelatan MotoGP l. “Fasilitas infrastruktur pendukungnya adalah dibangunnya dua buah tunnel utara dan selatan dibawah track sirkuit yang akan berfungsi dan digunakan pada saat berlangsungnya race. Sehingga, mobilitas kegiatan pariwisata tamu hotel tidak terganggu,”jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, status hotel di dalam delineasi KEK Mandalika yang sudah beroperasi saat ini, antara lain Novotel sebanyak 102 kamar, Puri Rinjani 31 kamar, Segara Anak Hotel 26 kamar dan Tastura 20 kamar. Yang berada di luar delineasi KEK, namun masih di Mandalika sudah terdapat 73 akomodasi skala kecil yang dimiliki oleh masyarakat. Lalu, trickle-down effect dari pembangunan sudah mulai terasa di KEK Mandalika sebelum pandemi.
“Namun memang ada beberapa yang masih kami proses. Paramount mengalami keterlambatan pembangunan selama dua tahun. Karena adanya perubahan pemegang saham di dalam perusahaan tersebut,”terangnya.

Untuk Royal Tulip, pihaknya membuka kembali kesempatan untuk investor baru, kini sudah ada tiga pihak yang siap untuk beauty contest. Termasuk diantaranya investor dari Singapura dan investor nasional dari Batam. Sementara, dalam pipeline ada 1.010 kamar yang sedang mereka proses.Dari angka tersebut sekitar 376 kamar akan diselesaikan dalam waktu dekat. “Termasuk Hotel Pullman. Di luar hal itu untuk memenuhi kebutuhan akomodasi atas event internasional akan dipenuhi dengan glamping dan guest house di sekitar Mandalika atau Lombok,”terangnya.

Lebih jauh disampaikan, serapan sumber daya manusia (SDM) di The Mandalika diproyeksikan juga mencapai total 716 tenaga kerja. Sebanyak 549 tenaga dari NTB, 160 tenaga dari luar NTB dan 7 tenaga kerja asing. “ Dengan semakin berkembangnya Kawasan Mandalika tentunya kami berharap dapat meningkatkan taraf hidup warga sekitar,”terangnya.(met)