Proyek Rumah Kumuh Hampir Rampung

PRAYA-Pengerjaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tahun 2016 hampir rampung di Lombok Tengah.

Dari sejumlah desa yang melaksanakan program ini, hampir 80 persen sudah jadi. Bahkan, beberapa desa sudah merampungkan sampai 90 persen. Perampungan proyek rumah kumuh ini lebih cepat dari target, yakni 30 Desember 2016.

Realisasi program ini dicek langsung petugas Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (PUESDM) Lombok Tengah, Jumat (16/9). Seperti di Desa Barabali Kecamatan Batukliang, kemudian Gapura dan Truai Kecamatan Pujut, dan Penujak Kecamatan Praya Barat. Dalam mengecek kualitas dan hasil pengerjaan, Dinas PUESDM melibatkan media.

Tujuannya, agar program ini dijalankan secara transparan sesuai hajatan pemerintah. Di Desa Barabali misalnya, informasi dan fakta fisik pembangunan membuktikan pembangunan sudah nyaris rampung. Bahkan, ada yang sudah dihuni pemiliknya.

Fasilitator BSPS Desa Barabali, Kartawan dan Muhammad Mali langsung menunjukan progres hasil pengerjaannya. Pengambilan sampel dilakukan di dua titik di Dusun Barabali II. Satu unit rumah yang diperbaiki melalui program BSPS ini, mendapat suntikan dana dari APBN sebesar Rp 15 juta. Bahkan, di Desa Barabali terdapat 73 unit rumah tidak layak huni dapat perbaikan total.

Kartawan menjelaskan, bantuan stimulan strategis ini fokus dalam peningkatan kualitas rehab. “Jadi meskipun 15 juta, bisa dilihat bagaimana hasilnya,” kata Kartawan di lokasi.

Kata dia, di Desa Barabali terdapat 13 dusun dapat bantuan perbaikan rumah ini. Warga di Dusun Barabali I, Barabali II, Sade, Pondok Pande, Lendang Re, Mertak Mas, Surabaya Daye, Muhajirin, Kebun Nyiur, Celegeh, Dasan Baru, Gawah, Lendang Terong. “Ada 23 dusun di Desa Barabali, namun program ini hanya bisa disalurkan kepada warga 13 dusun. Itupun sebagian sesuai ketentuan syarat,” jelasnya.

Sementara itu, di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat menemukan realisasi pembangunan hampir sama. Di sana juga ada warga yang sudah menempati bangunan rumah yang sudah dibangun dari nol. Salah satu fasilitator Desa Penujak, L Hadirun Haris menjelaskan, selama pengerjaan dilakukan tidak pernah ada hambatan. Bahkan, warga dengan swadaya mengerjakan pembangunan rumah bantuan pemerintah pusat tersebut. “Bisa dilihat semua yang pakai spandek biru ini sudah bantuan semua,” ungkapnya kepada wartawan dan petugas dari Cipta Karya di lokasi.

Kata dia, di Desa Penujak penerima program BSPS ini terbesar. Total peruntukan program ini menyasar 250 unit rumah tidak layak huni. Jumlah anggaran bantuan juga sama dengan Desa Barabali, dan Desa Gapura, Truai, Kecamatan Pujut. “Kalau yang kami usulkan 1.000 lebih kepada kementerian,” ungkap dia.

Di Desa Penujak, terdapat 18 dusun tempat bantuan ini mengalir. Bahkan, di beberapa dusun bantuan ini disalurkan kepada warga yang jarak rumahnya berdekatan. (dal)