Proyek Rehab Dermaga Tawun Minus 20 Persen

RUSDITAH (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Proyek rehab dermaga Tawun Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong minus 20 persen dari target progres yang ada. Proyek rehab dermaga Tawun mulai dikerjakan sesuai yang tertera di kontrak bulan Juli dan akan selesai pada bulan November mendatang dengan nilai kontrak sekitar Rp 3,024 miliar dengan sumber anggaran dari APBD Lobar tahun anggaran 2021.

Minus proyek dermaga ini diketahui setelah tim Pemkab Lobar melakukan monitoring progres pengerjaan proyek. Asisten II Setda Lobar, Rusditah, mengatakan, dari hasil monitoring ada minus.” Hasil monitoring kita di dermaga Tawun ada minus,” kata Rusditah.

Penyebab minus karena material yang dibutuhkan berasal dari luar daerah. Nanti kalau material sudah datang dan terpasang, progres bisa naik bahkan plus 20 persen. “ Sedang dalam proses pengiriman bahan material,” tegasnya. Terpisah, Kabid Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Lobar, Fathurahman, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek rehab ini mengatakan, dinas aktif melakukan monitoring untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar. Ada dua jenis pekerjaan yaitu penimbunan atau reklamasi, dan pemasangan tiang pancang.” Kemarin kita sudah turun bersama asisten, minusnya itu barang yang dibutuhkan sudah ada, tapi belum sampai, besok kalau sudah sampai langsung bisa lebih progresnya,” kata Fathurahman.

BACA JUGA :  Perangkat Desa Persiapan belum Terima Gaji

Pihaknya memastikan proyek dermaga Tawun tidak akan senasib dengan proyek Dermaga Senggigi. Untuk itu pihaknya sangat aktif memantau proyek ini, walaupun target dalam kontrak pengerjaan sampai bulan November, namun ia menargetkan agar bulan Oktober sudah tuntas. “ Saya tekankan, bulan Oktober itu sudah tuntas proyek dermaga ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lobar Raih Penghargaan APE 2020

Untuk besok pemasangan tiang pancang, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan dermaga apung. Sedangkan untuk penimbunan, juga sudah tuntas. Bahkan hari ini perusahaan pelaksana sudah mulai pasang batu.” Besok sudah mulai pasang batu. Diperkirakan dua minggu. Kalau sudah selesai langsung bisa pemadatan,” ungkapnya.
Areal pantai yang ditimbun sepanjang sekitar 114 meter dengan lebar 10 meter. Fathurahman menambahkan, untuk pemesanan dermaga apung sudah dilakukan. Dari hasil perhitungan saat monitoring kemarin, progres pembangunan masih minus 20 persen, namun pihaknya yakin pekan depan progres sudah lebih 20 persen.”Pokoknya akan terus kita pantau. Pokoknya bulan Oktober harus tuntas,” ungkapnya.(ami)