Proyek Puskesmas Gili Trawangan Harus Tuntas

Proyek Puskesmas Gili Trawangan Harus Tuntas
SAKIT : Akibat tidak adanya Puskesmas di Gili Trawangan memilih masyarakat yang sangat mendapatkan pelayanan kesehatan ke darat yang membutuhkan perjalan laut sekitar 40 menit. Foto ini diambil di Pantai Impos Desa Medana Kecamatan Tanjung belum lama ini. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)
Advertisement

TANJUNG – Realisasi fisik proyek pembangunan Puskesmas Gili Trawangan senilai Rp 2,9 miliar yang sampai saat ini masih posisi rendah harus tuntas.Pasalnya, keberadaan puskesmas ini sudah sangat lama dinanti-nanti masyarakat di pulau wisata tersebut. Karena selama ini untuk mengakses pelayanan kesehatan masyarakat setempat harus mengeluarkan biaya besar.

“Jadi, kemarin belum mencapai batas minimal untuk diteruskan. Tapi, menurut PPK akan bisa dilanjutkan selama 50 hari kerja. Kami secara program pembangunan Puskesmas Gili Trawangan cepat jadi. Karena ini menjadi prioritas pak bupati untuk kepentingan masyarakat setempat dan pariwisata di sana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Khaerul Anwar, Selasa kemarin (2/1).

Ia mengungkapkan, masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan kesehatan di sana harus ke praktik swasta dengan beban biaya sangat mahal. Kedepan, pengelolaannya diharapkan ada spesifikasi lebih tinggi mulai dari ketenagaan harus bisa berbahasa inggris, termasuk juga peralatan. “Kita ingin pelayanan di sana lebih bagus, karena akan melayani tamu mancanegara. Tapi, bukan khusus, tetap puskesmas biasa dengan sistem pelayanan lebih itensif,” terangnya.

Oleh karena itu, pembangunan puskesmas ini harus jadi pada tahun ini. Terkait pemanfaataan sendiri belum bisa pada tahun ini, karena masih membutuhkan anggaran. Dari desain gambar dua lantai, hanya satu lantai yang akan selesai. Jika selesai satu lantai, maka itu akan digunakan, baru selanjutnya sembari menganggarkan kembali pada APBD perubahan melanjutkan pembangunan dan pembelian peralatan medisnya. “Kita berharap pada akhir tahun sudah ada pelayanannya,” harapnya.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pengendalian dan Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PPK akan memanggil kontraktornya untuk melihat realisasi setelah diberikan perpanjangan selama satu bulan kemarin. Di lokasi ini disebabkan faktor pengangkutan material sehingga membutuhkan waktu cukup lama dan persoalan lahan dengan SD Gili Trawangan. Atas kondisi ini membuat pihak ketiga terlambat memulai pekerjaan. Tapi, pihaknya sudah menyarankan kepada kontraktor untuk memanfaatkan sisa waktu ini dengan cara penambahan tenaga kerja, pengawasan perlu ditingkatkan. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid