Proyek Jembatan Sikur akan Diperpanjang

Proyek Jembatan Sikur akan Diperpanjang
PROYEK JEMBATAN: Proyek jembatan Sikur dan jalan lingkar pasar baru Paok Motong yang belum tuntas dikerjakan hingga akhir kontrak, rencananya akan dilakukan perpanjangan waktu. (GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG — Pengerjaan jembatan  jalan lingkar Sikur menuju pasar baru Paok Motong akan dilakukan perpanjangan kontrak. Hal ini disebabkan karena hingga batas kontrak berakhir sampai tanggal 9 Oktober lalu, proyek ini tak kunjung tuntas dikerjakan.

Selain jembatan, perpanjangan kontrak juga akan dilakukan terhadap pengerjaan jalan. Pihak rekanan yang mengerjakan kedua proyek ini pun telah  mengajukan adendum ke penyelenggara pengerjaan proyek, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang (PUPR) Lotim.

“Sudah mengajukan adendum, masih sedang di proses,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lotim, Dedi Iriawan, Minggu kemarin (15/10).

Lebih lanjut dikatakan, perpanjangan kontrak dilakukan lantaran proses pengerjaan jembatan itu sempat ada kendala. Sehingga pengerjaan pun tidak bisa tuntas sampai dengan kontrak berakhir.

Kendala dimaksud, yaitu terjadinya kerusakan pada bagian tiang bawah jembatan yang telah dipasang akibat diterjang air sungai yang cukup deras saat hujan beberapa hari lalu. Dengan kerusakan itu, maka dilakukan perbaikan kembali. “Belum dilakukan pengecoran. Karena ada kerusakan akibat banjir. Sehingga tiang-tiang jembatan yang telah dipasang bergeser,” ungkapnya.

Dirinya juga telah turun langsung melakukan pengecekan. Beberapa kerusakan di bagian tiang sudah dilakukan perbaikan. Dan kini tingggal pengerjaan bagian atas jembatan. Jika sudah selesai akan langsung dilakukan pengecoran. “Kalau endak ada banjir mungkin sudah selesai. Karena ada banjir itu, akhirnya kita perpanjang kontraknya,” ungkap dia.

Dikatakan, beberapa hari sebelum terjadinya kerusakan akibat banjir. Kondisi  jembatan sudah siap untuk dilakukan pengecoran. “Kontraknya berakhir tanggal 9 Oktober. Tidak hanya jembatan, tapi juga jalan. Keduanya berakhir kontraknya diwaktu yang sama,” lanjut Dedi.

Kedua proyek ini katanya, pengerjaan dikerjakan dengan menggunakan anggaran yang terpisah. Untuk jembatan sendiri anggaran pengerjaannya yaitu sekitar Rp 3,7 miliar lebih. Sedangkan pengerjaan jalan nilai anggaranya sekitar Rp 2 miliar. Kedua proyek ini juga lanjutnya, dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. “Pengajuan adendum sudah disampaikan. Tapi kita belum rapatkan terkait perpanjangan waktu kontraknya. Rencana perpanjangan mungkin selama 30 hari,” ungkap dia.

Meski masih belum diputuskan, yang jelas pengerjaan jembatan dan jalan Sikur itu dipastikan akan dilakukan perpanjangan waktu. Dengan itu, maka kedua proyek ini diupayakan harus sudah tuntas sebelum akhir tahun. “Kita harapkan mudah-mudahan tidak ada banjir lagi,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja, Rusni asal Rakam Selong mengaku, proses pengerjaan jembatan Sikur telah berlangsung kurang lebih selama tiga bulan. Tapi pengerjaan yang diupayakan sudah selesai bulan ini, terpaksa molor lantaran ada kerusakan bagian tiang bawah jembatan akibat digerus air sungai saat hujan beberapa waktu lalu. “Sebagian habis kayu-kayu dibawa air. Makanya kita perbaiki lagi. Ini salah satu yang menjadi kendala,” ungkapnya.

Terkait kapan dilakukan pengecoran ? Kembai dijawab akan diupayakan dalam waktu dekat ini. Mengingat pengerjaan jembatan hanya tinggal bagian atas saja. “Tinggal pasang perancah dan kayu saja. Setelah selesai kita akan langsung lakukan pengecoran,” singkatnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid