Proyek Jalan Terancam Gagal Dikerjakan

JALAN : Buruknya ruas jalan kabupaten Melase-Penanggak-Bengkaung di Kecamatan Batulayar yang tahun ini belum bisa dikerjakan.

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) siap-siap diprotes apabila program perbaikan jalan kabupaten yang sudah dianggarkan 2017 gagal dilaksanakan. Karena informasinya, cukup banyak ruas jalan kabupaten yang dianggarkan di APBD Lobar 2017 menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Sementara ancaman pemotongan DAU secara nasional seperti disampaikan Sekda Lobar H. Moh. Taufik masih berlaku.

Kepala Dinas PUPR Lobar I Made Arthadana sendiri berharap tidak terjadi pemotongan DAU, utamanya anggaran jalan kabupaten. Karena 30 persen dari total 60 kilometer jalan kabupaten yang akan dikerjakan tahun ini, dianggarkan dari DAU. Tentu akan mengganggu perencanaan bila nanti dilakukan pemotongan. “Terhadap ancaman pemotongan, kita harap tidak terjadilah, karena ini kan kita sudah berjalan. Bisa repot nanti kita,” terangnya saat ditemui di kantor DPRD Lobar, Kamis (16/3).

[postingan number=3 tag=”jalan”]

Kalaupun nanti pemotongan tersebut berimbas di program jalan kabupaten lanjutnya, maka nanti akan dipikirkan lagi darimana anggarannya sembari menunggu perubahan APBN. Karena jalan kabuaten sendiri saat ini ada yang ditangani melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) juga. “Kalau memang nanti bisa dialihkan melalui DAK, kenapa tidak,” terangnya.

Dijelaskannya, saat ini kondisi kemantapan jalan kabupaten di Lobar hanya 58 persen. Kemantapan jalan ini menurun sekitar empat persen karena ada sekian kilometer jalan poros desa naik kelas menjadi jalan kabupaten. Besaran kemantapan jalan sebesar 58 persen ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pada RPJMD, kemantapan jalan pada 2019 ditarget tuntas 70 persen. Artinya pertahun harus dikerjakan 4 persen. Apabila nanti benar ada pemotongan DAU, maka diyakini akan mengganggu pencapaian target yang ada. “Tetapi kita juga terus melakukan koordinasi dengan pusat untuk mencari penganggaran lain,” jelasnya.

Dinas PUPR Lobar sendiri tambahnya belum melakukan lelang proyek karena masih dalam proses persiapan. Rencananya sejumlah paket proyek akan dilelang pada minggu ketiga Maret 2017. “Minggu ketiga ini kita sudah siap melakukan lelang,” tandasnya. (zul)