Proyek Jalan Ade Irma Lamban Diprotes Warga

PROYEK JALAN: Pembangunan proyek jalan, sejumlah gang tertutup akibat galian saluran dan tidak dibuatkan akses sementara. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Lambannya pengerjaan proyek jalan Ade Irma, Monjok, Kota Mataram, menuai banyak protes keras dari warga sekitar. Itu karena akses jalan utama telah digali sepanjang jalan, sehingga membuat warga terganggu. Proyek dari Pemerintah Provinsi NTB yang menggunakan dana multy years tersebut, dinilai tidak tepat waktu.

Pengerjaan saluran terkesan lamban, dan penggalian sepanjang jalan membuat warga banyak yang tidak bisa keluar rumah. Dimana gang rumah mereka turut digali, sehingga membuat warga kesulitan keluar rumah.

Padahal penebangan pohon sudah lama dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Namun pengerjaan baru dilakukan diawal tahun 2022. “Kita sangat sayangkan pengerjaan (jalan) yang lamban. Jalan sudah rusak duluan dan banyak galian,” kata salah satu warga, Herman, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (5/1).

BACA JUGA :  Proyek Jalan Pinggir Pantai tak Jelas

Saat ini, kondisi jalan Ade Irma juga semakin macet, pasca dilakukan galian saluran di sisi kanan jalan. Material dan tumpukan box culpet semakin bertambah, sehingga warga sangat terganggu saat keluar masuk rumah.

Warga sebelumnya sudah lama mempertanyakan kejelasan pengerjaan jalan provinsi tersebut. Jalan utama ini salah satu jalan padat merayap selama ini. Sehingga dibutuhkan perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB.

Selama ini, proyek jalan ini terkesan lamban dalam pengerjaan. Warga berharap tahun ini bisa dituntaskan dan dibuatkan akses sementara disetiap gang besar, sehingga warga tidak terganggu.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto mengatakan untuk kondisi jalan provinsi di Kota mataram memang masih memprihatinkan. Sejak awal sudah mempertanyakan soal kondisi jalan provinsi dan kelanjutan proyeknya. Seperti jalan Ade Irma Monjok dan Panca Usaha, sampai Jalan pendidikan. ’’Kita sudah pertanyakan ke Dinas PUPR Kota Mataram juga,” katanya.

BACA JUGA :  Berlatar DPSP The Mandalika, Film “AKAD” Siap Mengisi Layar Bioskop

Keberadaan jalan-jalan provinsi sudah masuk dalam kategori rusak parah, berlubang dan sudah membuat warga terganggu selama ini. Ia berharap ada respon cepat, sehingga proyek ini bisa diselesaikan tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan untuk proyek pengerjaan jalan Ade Irma dan Jalan Panca Usaha sampai jalan Pendidikan, dikerjakan dengan Multi Years (Proyek Tahun Jamak) di Tahun Anggaran  2022.

Karena tidak ada pembebasan lahan, hanya pelebaran dari sisi kanan dan kiri jalan. “Kita akan koordinasi dengan Pemprov NTB, terkait dengan proses awal pengerjaan,” katanya. (dir)