Proyek Embung Ditemukan Pindah Lokasi

Narsudin (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Paket proyek milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lombok Utara ditemukan diupayakan pindah lokasi.

Awalnya, akan dikerjakan di Dusun Tanak Lilin dipindah ke lokasi lainnya. Dari hasil temuan ini, anggota DPRD Lombok Utara Dapil Bayan langsung memberikan tekanan kepada pemilik proyek tersebut. “Ada upaya pergeseran titik embung, yang seharusnya di Dusun Tanak Lilin tetapi mau dipindah ke tempat lain. Sekarang ini, saya masih memantaunya,” ungkap Anggota DPRD Lombok Utara Narsudin, Senin (5/6).

Ia menegaskan, jika ada pergeresan lagi ditemukan maka ia menyarankan agar dinas terkait harus melakukannya di APBD Perubahan, jika terdapat seperti itu Kepala Dinas pun harus berhat-hati. “Kepala dinas ini belum mampu melaksanakan kewajibannya,” sebutnya.

Proyek embung senilai Rp 200 juta bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini, seharusnya sudah bisa dilaksanakan pada akhir bulan Mei. Namun, sampai sekarang belum ada pekerjaan yang dieksekusi. Dikatakan, jumlah DAK ini sebesar Rp 5 miliar lebih yang ditransfer dari pusat, kemudian di daerah dipecah menjadi proyek-proyek kecil. “Anggaran besar menjadi PL, sumbernya dari DAK. Dan dana ini minimal sudah dieksekusi akhir bulan Mei, tapi kenyataan sampai saat ini belu bisa dieksekusi program DAK,” bebernya.

BACA JUGA :  Mantan Ketua DPD PAN KLU Dipolisikan

Selain itu, pihak dinas terkait ini sampai saat ini belum membuat surat perintah kerja (SPK). Bagaimana bisa mengejar target realiasi pekerjaan fisik, yang masih sibuk menunjuk rekanan. Realisasi ini diharapkan dinas terkait harus mempercepat pelaksanaan, karena tidak tahun adanya DAK tambahan pada APBD perubahan mendatang. “Jadi, harus jelas perencanaannya yang bersumber dari DAK baik untuk fisik maupun nonfisik,” pintanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DKPP Lombok Utara H. Melta mengakui, bahwa ada upaya pemindahan paket proyek. Namun, pihaknya sudah turun ke lokasi untuk mengingatkan sesuai rencana awal titik. “Kami sudah turun untuk mengingatkan,” akunya.

Terkait pembuatan SPK saat ini sedang melakukan kontrak dengan rekanan, termasuk juga penandatangan SPK. Pihaknya menjamin akan bisa dieksekusi pada minggu-minggu ini. Jika sudah selesai kontrak, baru selanjutnya memerintah kabidnya untuk memanggil para rekanan. “Minggu-minggu ini akan segera dieksekusi,” katanya dengan menutup sambungan telepon. (flo)