Proyek Bendungan Meninting Bikin Sungai Kotor, Warga Minta Kompensasi

AIR SUNGAI: Warga melakukan kegiatan mencuci di sungai aliran Bendungan Meninting yang kondisinya keruh (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Proyek bendungan Meninting yang masuk di wilayah Kecamatan Gunung Sari dan Kecamatan Lingsar memberikan dampak negatif terhadap para pembudidaya ikan tawar di aliran sungai yang menjadi aliran bendungan. Setelah proyek bendungan dimulai, kualitas air sungai tidak lagi bersih, berubah menjadi keruh dan kotor. Kondisi ini mengganggu aktivitas budidaya ikan tawar di Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari. Warga pun mengadukan persoalan ini ke DPRD Lombok Barat.  Anggota DPRD Lombok Barat menyoroti dampak pembangunan proyek bendungan Meninting terhadap masyarakat yang ada di lingkar mega proyek itu. Warga baik petani dan pembudidaya ikan merugi akibat gagal panen. Tidak itu saja, warga juga kesulitan air bersih. Dewan pun mendorong agar pihak penanggungjawab proyek memberikan kompensasi kepada warga yang merugi itu.”Warga yang terdampak harusnya menerima kompensasi dari dampak pembangunan bendungan,” kata Tarmizi, anggota DPRD Lombok Barat Dapil Gunung Sari-Batulayar kemarin.

BACA JUGA :  Begangsingan Masih Lestari di Desa Bengkel Lombok Barat

Ia mengatakan, air sungai kiriman dari hulu setelah proyek dimulai menjadi keruh. Air bercampur lumpur dari proyek itu. Ia mengaku sebelumnya kondisi tidak separah ini, saat pelaksana mengatur jadwal pengerjaan proyek. Saat pagi hari, lokasi yang dekat sungai tidak dikerjakan, karena pertimbangan banyak warga menggunakan air sungai. Pada malam hari barulah pekerjaan di sungai dilaksanakan. “ Tapi sekarang malah keruh terus-menerus, akibatnya untuk mandi saja warga tidak bisa di sungai,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rehabilitasi Bendungan Sape, Pemprov NTB Selamatkan 2.650 Hektare Sawah

Secara teknis ia tidak mengetahui model pengerjaan proyek. Namun, pihaknya berharap penanggung jawab proyek meminimalisir keruhnya air dari proyek itu. Ia meminta pihak terkait memberikan atensi untuk meminimalisir resiko dan kerugian, apalagi di musim pandemi ini. “ Ini harus menjadi atensi pihak terkait, agar bisa membantu masyarakat,” harapnya.

Pandemi menyebabkan banyak warga menganggur, di tambah lagi karena air sungai tidak bersih lagi, usaha budidaya ikan sebagian warga terganggu. Dampak proyek tidak hanya di dekat lokasi, melainkan juga dirasakan oleh warga Gegerung, Ketapang, Dasan Geria. Di Gunung Sari yang terdampak mulai dari Penimbung, Kekeri, Mambalan dan Sesela dan wilayah yang dilintasi oleh sungai Meninting. (ami)