Prosedur Bantuan untuk Korban Gempa NTB Disederhanakan

Gempa NTB
HUNTARA : Salah satu hunian sementara (Huntara) yang ditempati korban gempa di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari. Di Lombok Barat, masih ada ribuan KK yang membutuhkan Huntara, sambil menunggu realisasi bantuan dari pemerintah pusat. (Dok/Radar Lombok)

MATARAM – Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengaku telah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo saat berlangsung rapat di Jakarta kemarin. Presiden memastikan bantuan biaya rumah bagi korban gempa di NTB masing-masing Rp 50 juta bagi yang rumahnya rusak berat, Rp 25 juta bagi rusak sedang serta Rp 10 juta bagi rusak ringan akan segera cair dalam waktu dekat ini. Prosedur pencairan juga disederhanakan dari. Untuk memastikan hal ini, Gubernur menyampaikan bahwa Jokowi akan datang lagi ke NTB lusa. “ Arahan Pak Jokowi sangat jelas.
Kamis akan ke NTB lagi. Beliau ingin memastikan semua yang telah masuk uangnya ke rekening agar bisa di cairkan besok atau lusa. Prosedur yang tadinya ribet kini disederhanakan menjadi hanya 1 lembar. Hanya perlu ditandatangani oleh Pokmas dan PPK langsung bisa dicairkan,” demikian penegasan Gubernur lewat akun resminya di Facebook kemarin.

BACA: Daerah Dibebankan Triliunan Rupiah, Gubernur NTB Berharap Jokowi Datang Lagi

Lanjut Zul, bagi korban yang ingin segera cair bantuannya, untuk segera membentuk Pokmas. PPK dan BPBD NTB akan diminta proaktif turun ke bawah agar masalah ini segera selesai. Beberapa jam sebelumnya gubernur memposting foto dirinya saat berada di Jakarta bertemu Presiden bersama Kepala BNPB Pusat, Menteri PU dan Kepala BPKP.

Sementara itu penanganan korban bencana di NTB mendapat tanggapan dan masukan dari Mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto, setelah ia melihat langsung perkembangan penanganan selama dua hari berada di Lombok. Ia memberikan banyak masukan kepada pemerintah daerah terutama terkait pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).

Pria yang pernah menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menyarankan Pemda fokus membangun Huntara. Mengingat, pembangunan Huntap membutuhkan waktu yang cukup lama. “ Korban itu butuh Huntara. Kan gak perlu pusing pikirkan biaya. Huntara itu murah kok. Per unitnya sekitar Rp 3 juta. Huntara apa kalau mahal sampai Rp 6 juta hingga belasan juta,” ujarnya saat berada di kantor Gubernur NTB kemarin (15/10).

Ditegaskan, pembangunan Huntara tidak membutuhkan biaya yang sangat besar alias mahal. Selain itu, pembangunannya pun tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan.  

Saat kunjungannya ke KLU selama dua hari sebagai salah satu lokasi terdampak gempa bumi terparah di NTB, ia menyimpulkan umumnya masyarakat di wilayah setempat bisa menerima keadaan terkait rentetan musibah gempa. Kuntoro menilai proses rekontruksi dan rehabilitasi di NTB akan jauh lebih baik dan cepat bila dibandingkan daerah lainnya yang pernah terdampak gempa dan tsunami, seperti di Provinsi Nangro Aceh Darussalam, yang sempat ia tangani. 

Syaratnya lanjut Kuntoro, pendekatan partisipatif masyarakat bisa dilakukan oleh Pemda NTB. Yakni perlu pelibatan fasilitator yang cukup dan punya kemampuan yang memadai. “Saran saya, Pemda NTB harus mempersilahkan masyarakat ikut membangun rumahnya sendiri dengan dibantu oleh fasiliator yang handal, karena rakyat tidak bisa bangun rumahnya sendiri manakala rumah yang dibangun itu bukan kayak biasanya,” ucapnya.

Kuntoro pernah ke Desa Gumantar Kecamatan Kayangan. Ia melihat langsung banyak rumah tradisional yang berciri khas Lombok dengan bahan bambu dan atap rumbia, justru tidak ada yang roboh diterjang gempa bumi itu. “Kalau saya, tinggal masyarakat diajari memakai limbah dari daun yang tumbuh di sekitar mereka. Kan tinggal difermentasi, lalu dipanaskan, seperti itu kayak bangun masjid di Gumantar. Andaikata, pendekatannya tradisional dan dekat  dengan rakyat, maka pemulihan di NTB bisa cepat sekali, karena bisa dikerjakan sendiri,” jelas Kuntoro.

Lebih jauh disampaikan, pola pembangunan rumah-rumah tradisional Lombok, seyogyanya bisa dimasifkan lantaran berbahan lokal. Selain itu kebangkitan ekonomi harus pula diparalelkan dengan pembangunan rumah warga yang terdampak gempa.

Menurut Kuntoro, pemulihan ekonomi yang perlu disegerakan adalah pada sektor pariwisata. Teknisnya, Pemda NTB harus mendorong para pengusaha di sektor itu untuk membangun dan menata tempat wisatanya kembali.

Selain itu, jika para pengusaha itu memiliki hutang di perbankan, maka Pemda NTB harus membantu restrukturisai hutang mereka, namun bukan untuk diputihkan.” Misalnya, jika pengusaha pariwisata punya hutang yang harus lunas dua tahun, maka bisa diringankan bebannya jadi enam tahun. Begitupun, suka bunga yang tadinya 11-12 persen, sekarang bisa dibuat 6 persen. Ini sektor modern, sehingga pemulihan ekonomi bisa cepat dan menggeliat,” katanya.

Selain itu, ekonomi bisa menggeliat dengan mengoptimalkan peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di NTB. “Perlu dilakukan penyebaran UMKM di lokasi terdampak gempa. Dan kalau mau cepat bangkit, Pemda juga harus mulai melakukan penyederhanaan perizinan, dari seminggu bisa menjadi sehari. Sehingga pergerakan orang dan barang cepat,” tutup Kuntoro.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut