Proposal Riset Doktoral UI Jadi Kado Istimewa SJP di Masa Kampanye

H Suryadi Jaya Purnama (SJP) bersama Guru Besar Sejarah dan Perkembangan Perkotaan KPP-SKSG Universitas Indonesia (UI) Prof Gunawan Tjahjono.

MATARAM – Suryadi Jaya Purnama atau biasa dipanggil SJP memperoleh kado istimewa di masa kampanye Calon Anggota DPR RI periode 2024-2029 melalui jadwal wisuda Pascasarjana di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia sekaligus diterima proposal riset doktoralnya tentang dinamika dan pasang surut investasi untuk pembangunan IKN Nusantara.

Seperti diketahui, SJP dikenal ramah dan tidak pelit informasi ini telah menjadi sumber utama kalangan media terkait dinamika pemindahan Ibukota Negara (IKN). Dimana tema ini termasuk menjadi spektrum perhatian masyarakat, terutama pada debat calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2024 ini.

SJP mengatakan, Indonesia beserta negara-negara di seluruh dunia telah memasuki Era Perkotaan (Urban Age). Berdasarkan data BPS, pada tahun 2008 lebih dari 50 persen penduduk Indonesia tinggal dan menetap di kawasan perkotaan, bahkan diperkirakan pada tahun 2045 mencapai 82 persen.

Perkembangan kota-kota di Indonesia dihadapkan dengan tantangan global dengan peningkatan konektivitas kota-kota di dunia ditandai dengan aliran sumberdaya dan informasi yang semakin terbuka dan lintas batas. Sebagai putra daerah asli Lenek Lombok ini, berbagai gagasan ideal tentang penataan kota dan lingkungan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik sudah menjadi santapan rutinnya, terutama setelah terpilih menjadi anggota DPR RI dengan tupoksi Infrastrukur, Perhubungan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  SJP Resmikan Jembatan Gantung Bukit Bunga di Desa Jeruk Manis

SJP menjadikan dialektika seputar pemindahan IKN yang dialaminya dalam peran legislatif untuk diartikulasikan sebagai Riset Ilmiah di Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI. Dalam penelitiannya, SJP menganalisa perilaku pelaku usaha di Jakarta berikut minatnya untuk berinvestasi di IKN Nusatara.

Metode yang diplih adalah analisa jalur (path analysis) teknik regresi linier berganda melalui pengolahan data berbasis SPSS yang merupakan kependekan dari Statistical Package for the Social Sciences jenis SPSS 26 yang merupakan analisis statistika tingkat lanjut, analisis data dengan algoritma machine learning, analisis string, serta analisis big data yang dapat diintegrasikan untuk membangun platform data analisis.

Selain itu membandingkan hasil SPSS tersebut dengan model Partial Least Square (PLS). Pengujian hipotesis yang dilakukan menunjukkan konsistensi hasil bahwa faktor politik, ekonomi, lingkungan juga faktor kepercayaan memiliki hubungan yang sesuai dan signifikan terhadap minat investasi di Ibu Kota Negara Nusantara.

Sementara faktor kebijakan pemerintah dan faktor sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat investasi di Ibu Kota Negara Nusantara. Faktor politik, kebijakan pemerintah, sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kepercayaan.

Baca Juga :  “Pertamina is The Real Investor for IKN,” Tidak Laku, BUMN yang Pasang Badan Jadi Investor

SJP menjelaskan, melalui penyebaran kuesioner diperoleh total responden penelitian ini adalah 409 dengan komposisi paling banyak adalah laki-laki yaitu terdapat 273 orang (57,9%). Sebagian besar responden ada dalam rentang usia sekitar 31 – 40 tahun yakni terdapat 140 orang (34,2%). Pendidikan terakhir yang dimiliki responden adalah pendidikan tinggi, yaitu teradapat 246 orang (60,1%). Sebagian besar termasuk usaha kecil sebanyak 180 orang (44,0%) dan jenis usaha property, yaitu sebanyak 98 orang (24,0%).

“Temuan penelitian menunjukkan sebanyak 53% tidak berminat (tidak setuju dan sangat tidak setuju) untuk berinvestasi di IKN Nusantara, sementara 47% berminat (sangat setuju dan setuju) dengan menyatakan setuju/sangat setuju untuk berinvestasi di sana,” beber SJP.

Kesimpuan penelitian yang akan diperdalam lebih lanjut melalui studi doktoral SJP ini menegaskan diperlukannya langkah-langkah yang meningkatkan Kepercayaan publik, karena berdasarkan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini ia dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor lingkungan.

“Konsekuensi dari kepercayaan publik yang meningkat maka minat investasi di IKN semakin meningkat. Berikutnya adalah memastikan kondisi politik, ekonomi, lingkungan yang semakin baik, maka minat investasi di IKN Nusantara akan cenderung semakin tinggi,” katanya. (luk)

Komentar Anda