Progres Proyek Sirkuit MotoGP Baru 20 Persen

Progres Proyek Sirkuit MotoGP
BERPOSE: Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer saat berpose bersama Komisaris ITDC, H Irzani, kemarin.(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus mempersiapkan event MotoGP yang akan berlangsung 2021 mendatang. Progres pembangunan sirkuit MotoGP ini tercatat sudah mencapai 20 persen.

Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer menjelaskan, ada dua pekerjaan untuk pembangunan sirukit. Di antaranya untuk pekerjaan tanah yang sedang berlangsung dan pengerjaan aspal. Khusus untuk pengerjaan tanah progresnya sudah lumayan mencapai 40 persen. “Baru pengaspalan kita lakukan di atas bulan Juli, karena untuk progres tanah sudah 40 persen. Tapi untuk proges keseluruhan bagi pengerjaan sirkuit Mandalika ini baru 20 persen,” ungkap Abdulbar, kemarin (21/2).

Abdulbar menegaskan, semua pengerjaan baik tanah dan aspal akan selesai pada akhir tahun mendatang. Meski event MotoGP rencana akan dilaksanakan akhir tahun 2021. Tapi berbagai persiapan menjelang event bergengsi ini mulai dilakukan dari jauh sebelum kegiatan berlangsung. “Balapan sendiri kita akan lakukan akhir tahun 2021. Tapi tepatnya nanti kita akan ketahui pada Agustus. Yang jelas kita dapat jatah atau dapat alokasi di akhir tahun ini,” terangnya.

Abdulbar mengaku terus mempercepat pembangunan sebelum musim hujan intens turun. Karena musim hujan tentunya akan menjadi kendala pengerjaan mengingat tanah akan menjadi becek. “Kalau kendala tanah tidak semua karena sudah 95 persen atas nama kita meski ada beberapa yang kita bebaskan. Kita bayarkan ke penduduk sesuai harga appraisal,” terangnya.

Ia menegaskan, untuk material aspal sendiri didatangkan langsung secara impor. Karena untuk pembuatan sirkuit ini membutuhkan aspal khusus. Ketelitiannya dan kepadatan dari aspal ini harus terukur dengan baik. “Jadi kita berpatok dengan pihak luar untuk aspal, pihak yang sudah biasa membangun sirkuit. Namanya MARK Satu yang dulu membangun di Thailand, dan standar yang kita gunakan juga dari Dorna,” tegasnya.

Yang paling krusial adalah ketelitian, di mana tingkat aspal yakni 1 mili per sepuluh meter. Di satu sisi kalau hujan sudah harus bisa kering, karena ini bukan jalan biasa mengingat ini lintasan untuk kegiatan bergengsi. “Walaupun panjang 4,3 km. Tapi grownwed ini juga penting kita perhatikan,” terangnya.

Jika itu sudah bagus, maka air yang mengenai lintasan akan langsung ke tanah. Ketika grownwed tidak bagus maka air juga akan menggenangi lintasan. “Jadi grownwed ini pekerjaan tanah. Dan berbagai pekerjaan kita lakukan dengan teliti, agar ke depan hasilnya juga lebih maksimal,” terangnya. (met)