Progres Pembangunan Sirkuit MotoGP Mencapai 60 Persen

SIRKUIT MOTO GP: Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, ketika menjelaskan progres pembangunan Sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, Sabtu (20/3/2021). (sigit setyo/radarlombok.co.id)

MATARAM-Hingga pertengahan Maret 2021, progres pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) sirkuit MotoGP di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, telah mencapai 60 persen.

“Saat ini pembangunan sirkuit MotoGP telah memasuki tahap pengaspalan, yang terdiri dari tiga lapisan. Dimana dari panjang lintasan 4,31 kilometer (km), saat ini sudah 1,5 km yang telah diaspal,” kata Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, ketika menjadi pembicara pada Rakor Kepariwisataan NTB yang digelar Poltekpar Lombok, yang berkolaborasi dengan Pemprov NTB, Sabtu (20/3/2021).

Ditegaskan Bram, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, Lombok, NTB, akan terus berkomitmen mendorong percepatan pembangunan proyek sirkuit MotoGP.

Sebelumnya, ITDC telah melaksanakan kegiatan ground work, pemasangan pagar beton keliling JKK, dan timbunan tanah serta pekerjaan ground improvement juga sudah rampung pada akhir bulan Januari 2021.

BACA JUGA :  Pembangunan Sirkuit MotoGP, 151 KK akan Direlokasi

Sementara kegiatan pembangunan saat ini antara lain persiapan Aspal AC-Base Track, pemasangan saluran Hauraton, pekerjaan Gravel Bed, Backfill Retaining Wall, penanaman rumput, dan pengaspalan service road sepanjang 1,8 km.

Proses pengaspalan untuk service road dilaksanakan dengan hati-hati dan presisi karena harus memiliki permukaan yang halus dan terjaga dari kerusakan.

“Service road adalah jalan layanan yang berada di belakang garis pertama perlindungan sebagai pelayanan darurat, yang difungsikan untuk mengakomodir sejumlah kendaraan yang mengalami kecelakaan beserta para pembalap saat keluar dari lintasan,” jelas Bram.

Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan pemasangan concrete barrier, yakni pagar pembatas di sepanjang lintasan untuk menjaga motor dan melindungi penonton jika terjadi kecelakaan.

Adapun total volume dari pagar pembatas ini adalah 9.903 m3 dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Juni 2021.

“Concrete barrier ini bermerk Geobrugg, yang alat cetaknya didatangkan dari Negara Swiss, Jerman, dan Vietnam. Akan tetapi, produksi dan pemasangannya diproses di Indonesia menggunakan beton lokal dengan ketentuan spesifikasi yang terstandarisasi oleh Federasi Otomotif Internasional yakni Federation Internationale de l’Automobile (FIA) dan Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM),” terang Bram.

BACA JUGA :  Himbara dan ITDC Bangun Balkondes

Pihaknya juga optimis dan meyakini proyek pembangunan sirkuit MotoGP akan berjalan lancar dan sesuai tenggat waktu. Dimana hasil final homologasi yang dilakukan nanti juga dapat sesuai standar dari FIM.

“Homologasi adalah proses standar persetujuan atau sertifikasi dalam dunia balap yang meliputi standar kendaraan balap, lintasan, dan komponen-komponen lainnya yang telah ditentukan untuk penyelenggaraan balap,” jelas Bram.

Selain itu, perkembangan proyek JKK ini juga dilaporkan secara rutin kepada Dorna Sports oleh MGPA, selaku penyelenggara event IndonesianGP.

“Kami harap proses homologasi pada pertengahan tahun nanti dapat berjalan lancar, dan balapan IndonesianGP juga dapat digelar tahun ini,” harapnya. (gt)