Program Unggulan Zaman TGB Menghilang?

APBD NTB 2020 Telah Ditetapkan

MATARAM—Kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB) DR M Zainul Majdi, MA, selama dua periode mempimpin NTB, periode 2008-2014, dan 2014-2018, masih mengisahkan sejarah panjang atas kemajuan yang dicapai NTB, melalui berbagai terobosan program unggulannya, mulai program wisata halal yang kini sudah mendunia, program unggulan Pijar (Sapi, Jagung dan Rumput Laut), dan lainnya.

Namun dalam penetapan Rancangan APBD  (RAPBD) NTB Tahun Anggaran (TA) 2020, ternyata nyaris tidak ditemukan lagi program unggulan di masa TGB tersebut, untuk dilanjutkan menjadi program unggulan. Apalagi program pariwisata terkesan dikesampingkan, seperti yang menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS Kasdiono, SH.

Kasdiono sendiri mengaku pernah memberikan masukan kepada Gubenur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, agar tetap melanjutkan ikhtiar TGB, sesuai dengan janji kempanye waktu itu. Masukan itu juga mendapatkan respon positif Dr Zul, sapaan akrab Gubernur NTB. Namun realitas yang terjadi dalam APBD 2020 yang sudah ditetapkan, ternyata banyak program unggulan masa TGB yang tidak diakomodir lagi.

“Saya hanya mengingatkan dalam pemerintahan ini, karena mengusung tagline melanjutkan ikhtiar TGB saat kampanye, agar (programnya) juga diperhatikan. Jadi tolonglah ikhtiar-ikhtiar TGB yang sudah terbangun dan dianggap bagus, mohon jadi perhatian juga,” saran Kasdiono, Kamis (29/8/2019), seraya menambahkan, program yang sudah banyak mamfaatnya untuk masyarakat NTB agar dilanjutkan. Karena janji kampanye itu harus ditunaikan dalam program kerja.

Lebih lanjut disampaikan Kasdiono, apa yang sudah ditetapkan pada APBD 2020, nyaris apa yang telah dilakukan oleh TGB selama dua periode, tidak terakomodir. Dimana pemerintah saat ini mengalokasikan 41 persen atau Rp 912,38 miliar dari APBD 2020 untuk program unggulannya, seperti program melawan kemiskinan dari desa, yang dialokasikan sebesar Rp 361 miliar, dan program unggulan infranstruktur sebesar Rp 442,67 miliar.

Selanjutnya program unggulan industrialasi dialokasikan sebesar Rp 197,76 miliar, dan program unggulan revitalisasi Posyandu dan stunting dialokasikan anggaran sebesar Rp 77,14 miliar, serta program unggulan zero waste (nol sampah) dialokasikan anggaran sebesar Rp 31, 40 miliar. “Jadi kalau kita lihat program unggulan seperti pariwisata dan lainnya yang sudah punya catatan baik zaman TGB, nyaris tidak ada lagi. Kita hanya mengingatkannya,” tegas Kasdiono.

Sementera Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Ruvaeda, mengatakan tidak diakomodirnya kembali program TGB, sebagai program unggulan dalam pemerintahan Zul-Rohmi, adalah kewenangan dari pemerintahan sekarang. “Berbeda visi misi Gubenur baru saya kira wajar. Kita ikuti saja program sekarang, demi NTB Gemilang,” ujarnya.

Disampaikan, Nota Keuangan dan RAPBD Provinsi NTB dalam sidang paripurna ke empat DPRD NTB, telah ditetapkan menjadi APBD 2020, berdasarkan kesepatakan semua anggota DPRD NTB yang hadir, terkecuali Fraksi PDIP yang memilih tidak terlibat dalam penetapan APBD 2020.

Paripurna dipimpin oleh Ketua DRPD NTB, Hj Baiq Isvie Ruvaeda, serta dihadiri oleh Anggota DPRD NTB sebanyak 44 orang, dari total anggota sebanyak 64 orang. Sedang dari pihak eksekutif dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr Sitti Rohmi Djalilah, dan anggota TPAD, serta sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB dan para tamu undangan.

Seperti disampaikan juru bicara DRPD NTB, H. Muzihir, kalau Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTB bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sepakat atas postur anggaran RAPBD 2020. Untuk pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 5.671.543.327.848,99. Selanjutnya belanja Provinsi NTB ditargetkan sebesar Rp 5.716.743.327.848,99.

Berikutnya pembiayaan daerah pada APBD 2020, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 55.300.000.000,00, dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 10.100.000.000,00. “Sehingga pembiayaan neto sebesar Rp 45.200.000.000,00,” bebernya.

Dari postur anggaran di atas, selanjutnya dituangkan untuk membiayai program dan kegiatan sesuai urusan dalam bidang-bidang, yakni bidang pembangunan ekonomi sebesar Rp 2.440.408.240.014, yang akan dibelanjakan untuk program unggulan, antara lain untuk melawan kemiskinan dari desa, koperasi aktif, UMKM bersaing, NTB ramah investasi, kampung unggas, kawasan rumah pangan lestari, desa wisata, dan program unggulan lainnya.

Kemudian bidang pembangunan infrastruktur sebesar Rp 1.140.810.106.751,22, yang akan dibelanjakan untuk program unggulan antara lain percepatan jalan mantap, irigasi cukup, desa tangguh bencana, dan program unggulan lainnya. Bidang pembangunan sosial dan budaya sebesar Rp 2.135.524.981.083,77, yang akan dibelanjakan untuk program unggulan antara lain revitalisasi Posyandu, re-enginering SMK, jamban keluarga, air bersih untuk semua, dan program unggulan lainnya. (sal)