Program Sekolah Lima Hari Didominasi Sekolah Swasta

Program Sekolah Lima Hari Didominasi Sekolah Swasta
MULAI DITERAPKAN: Program sekolah lima hari sudah mulai dilaksanakan di sejumlah SMP di Kota Mataram. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Program Sekolah Lima Hari yang dicetuskan Kemendikbud RI sudah mulai direspon oleh kalangan sekolah. Di Kota Mataram misalnya, tercatat beberapa sekolah sudah mulai melaksanakannya.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram, HL Muhammad Sidik mengatakan, dari sekolah yang telah melaksanakan program ini masih didominasi sekolah swasta. Sementara untuk sekolah negeri baru 1 sekolah.

“Ada 12 SD dan SMP yang menyatakan kesiapannya. Dari jumlah tersebut 11 diantaranya mayoritas dari sekolah swasta. Sementara sisanya yang 1 sekolah itu berlatar belakang sekolah negeri,” ungkapnya, Rabu (9/8).

Berdasarkan data yang ada di Dikbud Kota Mataram, jelasnya, sampai Agustus 2017 ini sekolah yang menyatakan kesiapannya menerapkan sekolah lima hari itu baru 12 sekolah. Adapun 12  sekolah tersebut sebagian besar dari sekolah swasta. Diantaranya yang tercatat sudah siap yakni, SMPK Aletheia Ampenan, SMP IT Putra, SMP IT Putri, SMP IT Tunas Cendikia Mataram, SMPK Tunas Daud Mataram, SMP Muhamadiyah Mataram, SD Kristen Tunas Daud Mataram, SD IT Anak Soleh Mataram, SD IT Abu Hurairah Mataram, SD IT Anak Soleh 2 dan Terakhir SDN Model Mataram.

“Dari 12 sekolah kita itu, baru 1 sekolah negeri yang siap menerapkannya,” lanjutnya.

12 sekolah yang sudah masuk data menerapkan sekolah lima hari itu, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan. Adapun pengecekan yang akan dilakukan adalah kaitannya dengan kesiapan sekolah dengan fasilitas pendukung.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penerapannya. Mengingat penerapan program sekolah lima hari ini tidak begitu dipaksakan. Praktis, pihaknya harus benar-benar ingin memastikan kesiapan belasan sekolah yang sudah menyatakan kesungguhannya menerapkan program tersebut.

Terpisah, Kepala SMP Muhamadiyah Mataram, Mutayasiroh mengatakan, kesiapannya melaksanakan sekolah lima hari itu sudah ada sejak semester genap 2016/2017 yang lalu. Namun awal Agustus 2017 yang lalu pihaknya mematangkan untuk menerapkan program sekolah lima hari itu. Mengingat beberapa bulan lalu, persiapan terkait sarana dan prasarana pendukung, seperti kantin, musalla dan kelengkapan lainnya sudah lumayan mendukung.

Akibatnya, pihak SMP Muhamadiyah mematangkan sekolah lima hari itu dijalankan dengan maksimal. Terlebih pada program tersebut sebagian besar orang tua siswa sepakat dengan program tersebut.

“Sebelumnya kami sudah siap tapi bulan ini kami matangkan, karena banyak dukungan orang tua siswa juga, ” tutupnya. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid