Program Sabtu Budaya Dikbud NTB Disoal

UNJUK RASA : Personil aparat keamanan dari Polresta Mataram saat mengawal aksi unjukrasa belasan pemuda yang mengatasnamakan diri APPM-NTB di Kantor Dinas Dikbud NTB, Rabu (8/12). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Belasan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) NTB menggedor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Rabu (8/12). Belasan massa yang mengatasnamakan peduli masyarakat tersebut mempertanyakan program Sabtu Budaya yang dinilai justru memberatkan sekolah, karena harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Koordinator Lapangan (Korlap) Herman mengingatkan pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB untuk tidak menjadikan ladang bisnis dalam mengelola dunia pendidikan di NTB. Jangan justru Dinas Dikbud dijadikan ladang bisnis untuk memperkaya diri oleh oknum pejabat.

“Jangan jadikan pendidikan sebagai ladang bisnis untuk memperkaya diri oknum pejabat yang tak bermoral,” ucapnya.

Selain persoalan program Sabtu Budaya, para peserta aksi juga mempertanyakan transparansi penggunaan BOS afirmasi dan kinerja (pembelian tablet). Mereka menduka ada indikasi penentuan salah satu merk barang dan salah satu pengusaha yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Padahal, penggunaan dana BOS itu, dikelola sepenuhnya oleh masing-masing sekolah secara swakelola. Tetapi justru ada indikasi dikoordinir oleh oknum pejabat di Dinas Dikbud NTB untuk membeli secara satu pintu.

BACA JUGA :  Dikbud Gelar Bedah Buku

Begitu juga dengan kegiatan Sabtu Budaya yang dimotori Dikbud NTB pun juga terindikasi bermasalah. Pendidikan SMA maupun SMK yang masing-masingnya kurang lebih terdapat 640 sekolah di seluruh wilayah NTB, diminta tanggungan untuk mensukseskan agenda Sabtu Budaya tersebut. Masing-masing sekolah ini menanggung Rp 20 juta sampai Rp 30 juta.

“Inikan konyol namanya, sama halnya Dikbud NTB memberlakukan sistem pungutan liar pendidikan NTB. Ini berlawanan dengan cita-cita pendidikan untuk mencerdaskan SDM Indonesia yang unggul,” tegasnya.

BACA JUGA :  Selalu Langganan Juara

Dikatakannya, Sabtu Budaya ini sangat bagus hanya saja selain persoalan waktu yang dihabiskan yang menyebabkan mata pelajaran lain terganggu. Belum lagi yang melakukan monev tentu ada anggarannya. namun jika BOS dan BPP tidak dianggarkan dalam kegiatan Sabtu Budaya tersebut.

Terpisah Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan menyambut baik aksi belasan pemuda untuk mengkritisi sejumah program dari Dinas Dikbud NTB.

“Apa yang disampaikan dalam pokok-pokok pikiran aksi kali ini menjadi atensi kami di jajaran Dikbud NTB, tentunya saya akan tindak lanjuti dalam bentuk evaluasi program dan kebijakan di internal Dikbud maupun dengan melibatkan pihak sekolah dalam waktu dekat,” jelasnya.  (adi)