Program PSP Meningkat Jadi RP 17,85 Miliar

TANJUNG-Program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang digulirkan pemerintah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang telah dilaksanakan sejak 2010 terus meningkat setiap tahunnya. Program PSP pada 2010 sebesar Rp 515 juta, 2011 sebesar Rp 4,78 miliar lebih, 2012 sebesar Rp 7,55 miliar lebih, 2013 sebesar Rp 9,46 miliar lebih, 2014 sebesar Rp 9,05 miliar lebih, 2015 sebesar Rp 11,45 miliar lebih. “Dan pada tahun 2016 ini sebesar Rp 17,85 miliar lebih,” terang Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Kelautan dan Perikanan (DPPKKP) RI, Hermanto kemarin.

Pada tahun 2016 ini lanjut Hermanto, program PSP tersebut terbagi dalam beberap kegiatan, diantaranya, kegiatan perluasan cetak sawah, dimaksudkan dalam rangka menambah luas baku lahan tanaman pangan seluas 750 hektar dengan nilai Rp 12 miliar. Kemudian kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi, dimaksudkan dalam rangka perbaikan/penyempurnaan jaringan irigasi guna mengembalikan/meningkatkan fungsi dan pelayananan irigasi seperti semula sehingga menambah luas areal tanam dan meningkatkan intensitas pertanaman.  Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi ini diberikan kepada 86 kelompok dengan total Rp 2,4 miliar.

Selanjutnya kegiatan embung pertanian, dimaksudkan dalam rangka menampung sumber-sumber air yang ada atau untuk menampung kelebihan air pada musim hujan dan pemanfaatannya pada musim kemarau. Kegiatan ini diberikan kepada 10 kelompok dengan total Rp 1 miliar. Terakhir kegiatan pengembangan irigasi air permukaan, yakni penerapan irigasi dengan cara mendistribusikan air ke lahan pertanian dengan cara gravitasi. Kegiatan ini diberikan kepada dua kelompok dengan nilai Rp 160 juta. Kemudian sisa anggaran dari Rp 17,85 miliar itu ada yang digunakan untuk kegiatan seperti dokumen UKP-UPL cetak sawah, pengawasan, rapat, perjalanan dan lainnya.

Hermanto menegaskan, kepada kelompok penerima bantuan diharapkan agar melaksanakan kegiatan berpedoman pada rencana usaha kelompok yang sudah dibuat. “Kami bersama tim pusat akan mengawasi semua pelaksanaan kegiatan, apalagi setiap lokasi kegiatan sudah ada titik koordinatnya sehingga pengawasan bisa saja dilakukan dari atas meja dengan membuka google sesuai dengan titik koordinat yang ada,” terangnya. (zul)

BACA JUGA :  Enam Desa Diberikan Bantuan Komputer