Program PEN 2022 Dianggarkan Rp455,62 Triliun untuk Tiga Klaster Utama

Airlangga: Ekosistem Pembiayaan Terintegrasi akan Dorong UMKM Naik Kelas

Airlangga Hartarto

SURABAYA–Di tahun 2022, Pemerintah kembali melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dianggarkan sebesar Rp455,62 triliun untuk 3 klaster utama, yakni Penanganan Kesehatan, Perlindungan Masyarakat, dan Penguatan Pemulihan Ekonomi.

Dalam klaster Penguatan Pemulihan Ekonomi terdapat program dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini merupakan wujud dukungan Pemerintah terhadap pelaku UMKM yang merupakan motor penggerak bagi perekonomian.

Di setiap periode krisis, UMKM menjadi penopang dan mampu bertahan serta dapat pulih dengan cepat. Selain itu, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,51% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai kisaran 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Dengan demikian, pengembangan UMKM merupakan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Airlangga dengan tema “Upaya Peningkatan Semangat Kewirausahaan Mahasiswa Melalui KUR dan Kemudahan Akses Permodalan” yang gelar secara hybrid, Selasa (23/08), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara daring mengatakan bahwa wirausahawan Indonesia didominasi oleh pelaku usaha di usia 25-34 tahun.

Generasi muda yang berkualitas tinggi ini memiliki peran penting sebagai agen perubahan sehingga dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja.

“Kita harus terus mendorong agar lapangan pekerjaan bisa ditingkatkan dan produktivitas juga meningkat. Tentunya ini menjadi peran civitas akademika di Universitas Airlangga,” ungkap Menko Airlangga.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dorong KUR untuk Sektor Pertanian dan Perikanan

Pemerintah telah memberikan dukungan pembiayaan bagi wirausaha maupun UMKM. Bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha, Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai dalam bentuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan Bantuan Tunai PKL dan Warung. Pelaku UMKM yang membutuhkan up-skilling dan re-skilling difasilitasi dengan program Kartu Prakerja.

Pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit UMi (Ultra Mikro) ataupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.

Pemerintah juga menetapkan plafon KUR tahun 2022 sebesar Rp373,17 triliun, dengan memberikan kebijakan relaksasi dan tambahan subsidi bunga/marjin KUR sampai dengan akhir tahun ini sehingga para debitur hanya menanggung bunga KUR sebesar 3%.

“Diharapkan, ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, mulai dari program bantuan sosial sampai pembiayaan komersial lembaga keuangan, dapat mendorong lebih banyak UMKM yang naik kelas,” tutur Menko Airlangga.

Usai pemaparan dari Menko Airlangga, acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Airlangga dilanjutkan dengan talkshow yang berlangsung interaktif secara luring dan daring.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya, Kabid Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Surabaya Devie Afrianto, dan Investment Analyst Central form Environtmental, Social dan Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga Tegar Risky Anggarida.

Baca Juga :  Menko Airlangga Tinjau Pengembangan KEK Terkait Industri MRO Pesawat Udara dan Digital di Batam

“Mahasiswa ini tahu bisnis, tahu ilmunya, tahu memproduksi barang dengan teknologi, pasti ini pada suatu saat akan menjadi perusahaan-perusahaan yang besar. Karena banyak perusahaan besar dimulai dari mahasiswa. Salah satu yang akan menjadi faktor perusahaan itu besar yaitu KUR. Dengan KUR, UMKM makmur,” kata Asdep Gede.

Direktur Center for Security and Welfare Studies (CSWS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Siti Aminah sebagai perwakilan Rektor Universitas Airlangga turut mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan bahwa KUR merupakan terobosan yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat yang sempat jatuh akibat pandemi Covid-19.

“Acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Airlangga ini diharapkan dapat meningkatkan optimisme para mahasiswa yang sudah memulai atau baru akan memulai sebuah usaha,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut civitas akademi Universitas Airlangga, dan perwakilan Lembaga Penyalur serta Lembaga Penjamin yang turut berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam menyalurkan KUR kepada masyarakat. (*/gt)

Komentar Anda