Program OJK dan BI Kalah Saing dengan “Bank Rentenir”

Prof. H. Farouk Muhammad (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Wakil Ketua Dewan Perwakakilan Daerah (DPD) RI, Prof. H. Farouk Muhammad menyebut peran lembaga perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kalah cepat dibandingkan dengan para rentenir di pedesaan.

“Program bank BUMN ini bagus-bagus. Tapi kenyataannya di lapangan program bank rentenir di jauh lebih bagus,” kata Farouk Muhammad di sela pembukaan pemasyarakatan kewirausahaan yang diikuti 590 orang pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan lembaga koperasi se NTB di Hotel Lombok Raya, Senin kemarin (13/3).

Farouk menyebut di sejumlah pedesaan di Provinsi NTB ternyata keberadaan bank rentenir lebih progesif dibandingkan dengan lembaga perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal tersebut terbukti masih banyaknya masyarakat di pedesaan yang dilayani oleh para rentenir dalam menjawab persoalan masyarakat, khususnya dalam mendapatkan akses permodalan.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Ternyata meski program-program bank BUMN bagus-bagus, tapi kenyataan di lapangan justru program bank rentenir lebih bagus. Terbukti dengan keberadaan mereka yang menjangkau dan merata di pedesaan-pedesaan di Provinsi NTB.

“Program BI dan OJK bagus, tapi ternyata program rentenir ini lebih bagus di lapangan,” ujar Farouk menyentil otoritas pengawas perbankan yang hadir pada pertemuan tersebut, yakni Kepala Perwakilan BI NTB, Prijono dan Kepala OJK NTB, Yusri.

Farouk berharap peran lembaga perbankan lebih masif lagi masuk ke pedesaan. Sehingga peluang bank rentenir ini bisa diminamlisir. Selain itu hendaknya juga lembaga perbankan resmi ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro yang ada di pedesaan. Sehingga peran pemerintah melalui perbankan BUMN ini hadir untuk menjawab persoalan rakyatnya dalam hal permodalan. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid