Program Mawar Emas Sisir 173 Masjid di Lotim

Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat peluncuran program Mawar Emas di Masjid Nurul Ikhsan Kecamatan Keruak kabupaten Lombok Timur Rabu (12/08). (Janwari Irwan/Radar Lombok)
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy saat peluncuran program Mawar Emas di Masjid Nurul Ikhsan Kecamatan Keruak kabupaten Lombok Timur Rabu (12/08). (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Program Melawa Rentenir Berbasis masjid (mawar Emas) diluncurkan Gubernur  Dr Zulkieflimansyah  di masjid Nurul Ikhsan Kecamatan Keruak Lombok Timur Rabu (12/08).

Program ini merupakan terobosan program pembiayaan yang dapat menyentuh masyarakat di lapisan bawah dengan biaya yang sangat murah. Kegiatan Mawar Emas dipusatkan di masjid sebagai pusat peradaban dan sumber kemakmuran. Takmir masjid dan ketua kelompok pengajian ditunjuk menjadi ujung tombak program ini.

Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Lombok Timur HM Juaini Taufik  menjelaskan  program Mawar Emas ini akan diterapkan di 173 masjid di Lombok Timur. Dengan adanya program ini, masyarakat yang selama ini difasilitasi oleh rentenir akan diganti oleh Program Mawar Emas.

“Untuk saat ini memang sebanyak 17 masjid yang mendapatkan program ini. Kedepan kita akan sisir  173 masjid terutama masjid yang berdekatan dengan pasar,” paparnya.

optimis program ini berjalan dengan baik.  Program ini mendapat dukungan dari masyarakat, karena  bantuan ekonomi produktif yang diberikan tanpa bunga. ” Kalau saat ini masyarakat kita masih minjam di rentenir, dengan adanya program ini maka masyarakat tidak perlu lagi memikirkan bunga, makanya ini sangat pas untuk masyarakat,”pungkasnya

Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, saat ini rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur. Mulai dari petani, nelayan bahkan para TKI juga tidak lepas dari praktek rentenir. Untuk ia menaruh harapan besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim.

‘ Jika masyarakat dapat tersentuh program ini, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB,” singkatnya.

Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah saat peluncuran Mawar Emas ini mengatakan, ini merupakan program Pemerintah Provinsi NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.  “Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” ujarnya.

Gubernur berharap, dengan program ini pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah, sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke Masjid, akan membuat masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” harapnya.

Para takmir masjid yang telah mengikuti pelatihan akan menjaring kelompok ibu-ibu jemaah masjid yang membutuhkan akses permodalan usaha. Selanjutnya mereka akan dibina dan memperoleh pembiayaan sebesar Rp 2 juta  dari PNM Mekar (skema 1), atau pembiayaan qardhul hasan tanpa bunga sebesar Rp 1 juta  dari Bank NTB Syariah (skema 2). Pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar juga dapat dihubungkan dengan produk tanpa agunan Bank NTB Syariah. (wan)