Program Lotim ‘Berkembang’ Sasar Peternak Sapi Pemula

LOTIM BERKEMBANG
SOSIALISASI : Wakil Bupati Lotim H Rumaksi dan Kepala OJK NTB Farid Faletehan dihadapan puluhan peternak sapi di Desa Pringgasela mendapatkan sosialisasi program Lombok Timur ‘ Berkembang’, Jumat (4/12).

SELONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar yang digunakan untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam program pembelian ternak sapi kepada para peternak pemula. Ditargetkan sebanyak 5.500 peternak mendapatkan pembiayaan kredit tanpa bunga untuk membeli sapi hingga akhir Desember 2020 ini.

Program yang diberi nama Lombok Timur ‘Berkembang’ akronim dari ‘Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga’ ini menyasar peternak sapi pemula untuk mendapatkan pembiayaan untuk membeli sapi dengan nilai Rp 15 juta per ekor atau per orang peternak. Program tersebut diisiniasi oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Lombok Timur yang difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi dengan melibatkan dua bank BUMN, yakni Bank BNI dan BRI.

Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi mengatakan program Lombok Timur ‘Berkembang’ ini sebagai salah satu cara pemerintah daerah dalam memberantas rentenir dan juga mengurangi jumlah pendidik miskin. Karena Lombok Timur menjadi daerah dengan persentase jumlah penduduk miskin tertinggi di NTB.

“Program Lombok Timur ‘ Berkembang’ ini dalam bentuk subsidi bunga KUR untuk pembelian sapi kepada peternak sapi pemula. Peternak hanya membayar pokoknya saja, karena bunga kredit sebesar 6 persen KUR itu ditanggung penuh oleh pemerintah,” kata Rumaksi dihadapan puluhan peternak sapi di Desa Pringgasela Timur, Jumat (4/12)

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Farid Faletehan dan Pimpinan Cabang BNI Mataram Amiruddin, Wabup Rumaksi menjelaskan kehadiran program Lombok Timur ‘Berkembang’ sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peternak menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terlebih lagi, program ini peternak hanya membayar angsuran pokok pinjamannya saja, karena bunga kredit di bank sudah ditanggung oleh Pemkab Lombok Timur.

Bahkan, lanjut Rumaksi, peternak sapi yang mengakses kredit pembelian sapi dalam program Lombok Timur ‘ Berkembang’ juga diuntungkan dengan sudah termasuk dalam program asuransi ternak sapi dari PT Jasindo. Dengan demikian, peternak sapi tidak lagi khawatir dengan potensi hilang, mati dan sakit. Karena PT Jasindo akan memberikan klaim asuransi sesuai dengan ketentuan.

“Yang penting peternak yang mendapatkan kredit sapi melalui program Lombok Timur ‘Berkembang’ ini jujur dan membayar angsuran lancar ke bank,” katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan mengatakan, Lombok Timur ‘Berkembang’ ini merupakan program hasil kolaborasi dari TPKAD Lombok Timur dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. Ketika masyarakat nantinya sudah bisa mengakses lembaga keuangan, maka diharapkan meminimalisir marakanya rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga tinggi.

“Program ini melibatkan dua bank BUMN untuk menyalurkan KUR yang bunganya di subsidi oleh Pemkab Lotim, sehingga peternak tidak dikenakan bunga karena sudah ditanggung melalui dana subsidi pemerintah daerah,” kata Farid. (luk)