Program KF Fokus di Kecamatan Praya

PRAYA-Bidang Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PNFO Dikpora) Lombok Tengah, tahun ini sedang menggarap program Keaksaraan Fungsional (KF).

Hanya saja, untuk tahun metodenya akan dirubah. Untuk pelaksanaanya, dinas akan fokus di Kota Praya dulu. Baru kemudian kecamatan lain menyusul. ‘’Program KF tahun ini kami akan ubah metodenya. Tahun ini akan focus di Kecamatan Praya saja,” ungkap Kabid PNFO Dinas Dikpora Lombok Tengah, Lalu Khaerul Akhrar, Jumat (29/7).

Jelasnya, perubahan ini untuk mensterilkan agar tepat sasaran. Meski beberapa program yang sudah dilakukan sebelumnya sudah menuai hasil. Tapi langkah perubahan ini dihajatkan untuk lebih efektif.

Dikatakan, usulan Lombok Tengah tahun ini yang sudah terdaftar untuk masuk dalam program KF sebanyak  87 ribu. Dimana dari jumlah tersebut, terbagi menjadi dua. Yaitu, 3 ribu yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  dan APBN sebanyak 1250, sedangkan dari provinsi, masih kosong. “Jatah kita memang  87 ribu, namun untuk tahun ini yang bisa mengikuti KF sebanyak 4250 orang, dan jumlah ini akan difokuskan di Kota Praya saja,” sebutnya.

BACA JUGA :  Program Profesi Keahlian Ganda Jalan di Tempat

Makdusnya, difokuskannya program dari 4250 orang ini lebih banyak dilakukan di Kota Praya. Sedangkan satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Pringgarata 780 orang.

Untuk program ini lanjutnya, pihaknya akan memfokuskan bagi usia produktif, yakni mulai dari umur 15 sampai 59 tahun, dan program ini berlaku selama 3 bulan. “Untuk memperoleh hasil maksimal kita akan tetap fokuskan bagi usia produktif,” ujarnya.

Ditanya berapa anggaran yang akan dihabiskan, baik KF melalui APBD ataupun APBN, Lalu Khaerul Akhrar menyebutkan, pihaknya belum menerima data lengkap. Sehingga ia tidak bisa menjelaskan secara rinci. Hanya saja, kalau tidak salah selama pelaksanaan program, satu orang diberikan uang transport sama-sama Rp 300 ribu per orang. (cr-ap)