Program Jubah Sukses Bangun 59 RTLH di Lombok Utara

Program Jubah Sukses Bangun 59 RTLH di Lombok Utara
SUKSES : Salah satu rumah yang berhasil dibangun melalui Program Jubah pada tahun 2017. (HUMAS FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara berhasil membangun 59 unit rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program jumat bedah rumah (Jubah) tahun 2017. Program perumahan tanpa administrasi birokrasi ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. “Alhamdulillah, melalui program Jubah tahun 2017 kemarin. Kami berhasil membangun 59 unit RTLH yang tersebar di lima kecamatan,” terang Asisten III Setda Lombok Utara Lalu Mustain kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (3/1).

Ia mengungkapkan, pembangunan RTLH ini bersumber anggaran sukarelawan aparatur sipil negara (ASN) di masing-masing SKPD, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Utara, Bank NTB, Bank BRI, Smansa dan Baznas Provinsi NTB. “Ini yang kita gabungkan sehingga khusus dari pemkab berhasil membangun 59 unit yang terdiri dari 34 unit dari pemkab dan 25 unit dari Baznas provinsi,” ungkapnya.

Pola penganggaran yang dilaksanakan panitia program Jubah ini, yaitu Baznas Lombok Utara mengeluarkan anggaran Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per unit. Baru sisanya sebesar Rp 6 juta dari SKPD yang dilakukan secara bergiliran sehingga totalnya Rp 10 juta per unit dengan ukuran 4 x 6 meter. “Total keseluruhan anggaran yang bisa disalurkan Rp 340 juta,” sebutnya.

Sementara, Baznas Provinsi mendistribusikan program ini tersendiri yang dengan nilai Rp 15 juta per unit dengan ukuran 3 x 6 meter. Total keseluruhannya sebesar Rp 450 juta, plus MCK 25 unit dengan nilai Rp 75 juta. “Khusus Baznas provinsi menyebarkan di Desa Selengen tanpa adanya koordinasi dari panitia program Jubah. Jika mereka berkoordinasi maka pasti program itu akan menyebar seperti yang kami laksanakan, makanya kita harap kedepan dapat berkoordinasi,” harapnya.

Pembangunan RTLH sampai saat ini sudah ada tuntas dan ada juga yang sedang berjalan proses finishing, terutama yang baru-baru dibangun. Menurutnya, jika murni anggaran Rp 10 juta mungkin tidak bisa selesai jadi rumah, namun berkat partisipasi masyarakat bersama perangkat desa bisa menjadi rumah yang bagus dan dihuni. “Yang menjadi evaluasi bagaimana kedepan lebih efektif lagi pelaksanaannya, sekarang juga sudah bagus pelaksanaannya,” ucapnya.

Untuk pembangunan tahun ini, ia mengaku belum menggelar rapat koordinasi bersama seluruh panitia, sebab menunggu keputusan dari bupati. Sehingga pihaknya juga belum mempunyai target. Tapi, pada tahun ini akan menyasar seluruh elemen terutama swasta-swasta baik di daerah maupun luar daerah. “Pengusaha-pengusaha besar akan kita coba, termasuk juga BUMN,” optimisnya.

Penyaluran program Jubah ini sangat membantu masyarakat di luar anggaran yang sudah disiapkan daerah untuk pembangunan RTLH. Kegiatan ini murni sukarelawan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat upaya menumbuhkan semangat gotong royong. “Ini semangat kita saling membantu, murni peduli kemanusiaan,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid