Program CoE Kemendikbud Terhambat Mutasi

program Center of Excellence (CoE)

MATARAM – Gubernur NTB H Zulkieflimansyah telah menggelar mutasi besar –besaran di lingkup pendidikan SMA dan SMK di NTB pada Jumat (6/8) lalu. Mutasi tersebut menurunkan puluhan kepala sekolah menjadi guru biasa dan ada juga yang digeser dan di promosi.

Dari sekian banyak guru yang diturunkan menjadi guru biasa, ternyata ada juga sejumlah kepala SMK yang mendapatkan program Center of Excellence (CoE) atau program pusat keunggulan dimutasi. Dikhawatirkan, mutasi kepsek yang mendapatkan program CoE bisa berdampak pada keberlanjutan program dari Kemendikbud tersebut.

Pendamping Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Sawangan Kemendikbud RI, Dr Haris mengaku terkait mutasi yang menyasar beberapa SMK yang merupakan salah satu pelaksana program CoE atau pusat keunggulan tersebut sejatinya adalah persoalan etika birokrasi yang kurang difahami di daerah.

“Sebenar persolannya adalah persoalan etika birokrasi yang kurang difahami di daerah. Soal pergantian kepsek itu memang haknya daerah, tapi ada yang perlu diperhatikan juga kesinambungan program,” jelasnya.

BACA JUGA :  Siswa Kurang 60 Orang, Sekolah Swasta Bakal Tidak Bisa Terima BOS

Sebelumnya, Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorar PSMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengembangkan program CoE ini ada 10 SMK di NTB . 10 SMK se-NTB yang ditunjuk diantaranya, SMKN 3 Mataram, SMKN 5 Mataram, SMKN 1 Donggo, Kabupaten Bima, SMKN 1 Pringgabaya, Lombok Timur, SMKN 1 Pringgasela, Lotim, SMKN 3 Pujut, Lombok Tengah, SMKN 2 Gerung, Lombok Barat, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Lenangguar, Sumbawa dan SMKN 1 Sumbawa Besar.

Dalam petunjuk teknis SMK Pusat Keunggulan atau CoE, bahwa program SMK Pusat Keunggulan akan berjalan selama empat tahun untuk melihat perkembangan sesuai tahapan yang telah direncanakan dalam desain program. Dalam kurun waktu tersebut, diharapkan sudah ada dampak yang bisa dilihat, terutama pada kualitas lulusan yang siap kerja sehingga dapat terserap ke industri maupun menjadi wirausaha.

BACA JUGA :  Dikbud NTB Segera Ujicoba Kurikulum Mulok

“Kalau sekolahnya sudah bagus, bisa jadi tahun ini sudah masuk ke level tiga. Jadi, program ini ada empat level. Kalau sudah masuk kriteria yang sudah  ditentukan, kira-kira itu pada tahun ketiga sampai empat tahun,” jelasnya

Menurutnya, SMK Pusat Keunggulan diharapkan mampu mengembangkan pendidikan kejuruan yang semakin relevan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan dunia usaha/industri dan menjadi pendukung kearifan/keunggulan lokal pada sektor pembangunan ekonomi tertentu atau mendukung kebijakan pemerintah dengan kekhususan lainnya, serta mampu mendukung proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.

Adapun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program SMK Pusat Keunggulan diatur di dalam Keputusan Menteri Nomor 17/M/2020. Di dalamnya menyebut lima ruang lingkup penyelenggaraan program SMK Pusat Keunggulan yang meliputi sosialisasi, seleksi, penetapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi penyelenggaraan program SMK Pusat Keunggulan. (adi)