Program Bumi Sejuta Sapi tak Dilanjutkan

BUMI-SEJUTA-SAPI
BSS : Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang pernah menjadi andalan Pemprov NTB sewaktu pemerintahan TGB-Amin, kini tidak jelas. Di postur anggaran 2019 dinas terkait, anggaran untuk program ini tidak ada. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Masih ingat dengan program unggulan Bumi Sejuta Sapi (BSS) TGB HM. Zainul Majdi saat menjadi Gubernur NTB? Program ini diluncurkan pada tahun 2009. Program yang sempat diklaim sukses tersebut kini nasibnya tidak jelas. Tahun 2019 ini sama sekali tidak ada anggaran untuk program BSS. “Anggaran untuk BSS tidak ada,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Hj. Budi Septiani, kepada Radar Lombok, Rabu (30/1).

Anggaran Dinas Peternakan kata wanita yang akrab dipanggil Ibu Budi ini mengalami penurunan. Belum lagi ada anggaran dibebankan untuk membiayai pokok pikiran (Pokir) atau dana aspirasi anggota DPRD.

BACA JUGA: Pemprov NTB Terkesan Lindungi ASN Koruptor

Diungkapkan Budi, kendala program BSS murni soal anggaran. Apalagi banyak Pokir yang harus direalisasikan. “Anggaran yang ada, untuk dukungan program aja. Gak ada anggaran khusus untuk BSS. Kan 80 persen anggaran di Dinas Peternakan itu, untuk Pokir,” sesalnya.

Budi mengaku sudah protes ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) terkait banyaknya Pokir yang dititip di Dinas Peternakan.” Saya sudah protes ke Bappeda, bagimana Dinas Peternakan mau jalankan program, kalau Pokir semua isinya,” kata Budi.

Meskipun begitu, Budi memahami dengan baik kondisi saat ini. Tidak adanya anggaran untuk BSS karena sudah bukan menjadi prioritas lagi. “Anggarannya tidak berpihak, karena memang ada program-program prioritas kita untuk penanggulangan kemiskinan. Itu kan tidak bisa dari sapi,” terangnya.

Kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki program-program khusus untuk menurunkan angka kemiskinan. Apalagi saat ini gubernur meminta agar Dinas Peternakan juga fokus mengentaskan kemiskinan. Untuk program penanggulangan kemiskinan di Dinas Peternakan, dilakukan melalui pengembangan unggas. “ Di Dinas Peternakan, program kita kemiskinan itu ternak unggas. BSS itu, gak bisa untuk kemiskinan langsung,” sebutnya.

Program pengembangan unggas, menjadi program jangka pendek menurunkan angka kemiskinan. Masyarakat akan lebih cepat mendapatkan hasil untuk meningkatkan perekonomian.

Kemudian untuk program jangka menengah, ada ternak kambing. Untuk mendapatkan keuntungan, ternak kambing juga tidak terlalu lama membutuhkan waktu. “Kambing bisa beranak lebih dari satu. Beda dengan sapi. Itu investasi besar, butuh modal besar,” katanya.

Meskipun begitu, Budi Septiani berharap agar masyarakat NTB tetap banyak bergerak di sektor pertanian dan peternakan. “ Harus dipertahankan 90 persen masyarakat NTB hidup dari pertanian dan peternakan. Untuk mendukung BSS, ada tahun 2019 masuk dalam program peningkatan produksi dan produktivitas ternak,” katanya.

Data terakhir yang dimiliki Dinas Peternakan, populasi sapi tahun 2018 sebanyak 1.193.249 ekor. Menurut Budi, selalu ada perkembangan populasi rata-rata 3,8 persen. “ Tahun 2019 target perkembangan populasi sebesar 5 persen, dengan arah kebijakan yaitu industrialisasi pengolahan hasil peternakan,” tutupnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi NTB, Yeq Agil, mengaku pihaknya mendukung penuh program BSS. Namun, pihak eksekutif sendiri yang sudah tidak serius lagi melaksanakan program tersebut.

BACA JUGA: Diduga Bantu Dorfin Felix Kabur dari Rutan, TM Ditahan

Diungkapkan Yeq Agil, sejak APBD tahun 2018, Disnakkeswan sudah tidak fokus lagi untuk mengusulkan terkait anggaran program BSS. “ Dinas Peternakan yang tidak greget lagi. Seingat saya, memang tidak diusulkan oleh dinas yang khusus untuk program BSS. Kalau pun ada anggaran untuk program pengadaan sapi, lebih karena kepedulian rekan-rekan anggota DPRD untuk berkontribusi mempertahankan populasi jumlah sapi di NTB,” terangnya.

Dewan sendiri katanya, berharap agar program BSS tetap menjadi perhatian serius karena manfaatnya besar bagi masyarakat.” Kami berharap program BSS tetap berjalan. Dalam arti jumlah populasi sapi tetap diatasi satu juta. Tapi program BSS kayaknya tidak lagi menjadi program unggulan pemerintah provinsi sekarang,” tandas Yeq Agil. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid