Program Bela Beli Produk Lokal Jalan di Tempat

BELANJA: Gaung bela beli produk lokal di OPD masih rendah, apalagi di masyarakat umum.(DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Bela beli produk lokal NTB gaungnya masih sangat minim. Bahkan Program Bela –Beli Produk Lokal yang digaungkan Gubernur NTB hingga saat ini hanya isapan jempol. Pasalnya, organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di bawah naungan Gubernur NTB Zulkieflimansyah masih ogah menerapkan kebijakan BelaBeli Produk lokal tersebut. Kondisi tersebut, membuat masyarakat juga masih ogah menerapkan Bela Beli Produk Lokal, karena ASN lingkup Pemprov NTB saja masih oga melaksanakan kebijakan Gubernur Zulkieflimansyah.

Meski kualitas, kuantintas dan standarisasi tidak kalah dengan produk-produk luar yang berderar. Untuk masyarakat diajak mendorong bela beli produk lokal, karena tidak cukup hanya dengan melihat saja tetapi tidak membeli.

“Karena untuk pasar lokal diketahui perlu upaya pemaksaan, katakanlah seperti itu. Ini sebuah pembelajaran harus ada memang edukasi yang masif kemasyarakat,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Fathurrahman, Minggu (19/9).

BACA JUGA :  64 Pekerja Kena PHK Selama Januari - Juni 2021

Menurutnya, memang selama ini produk lokal banyak dianggap produk yang biasa mereka temukan dan tidak untuk di beli. Maka dari itu yang diharapakan produk lokal bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya dengan melihat tapi mereka ikut membeli.

“Kita sudah melakukan beberapa event untuk menggerakan masyarakat membeli produk lokal. Cuma karena pandemi itu yang membuat kita terhalang,” ungkapnya.

Dikatakan, paling utama bagaimana menciptakan pasar di luar itu menjadi target yang utama sehingga bagaimana pun itu menjadi tujuan. Tetapi memang untuk pasar di luar ini tentu dengan produk yang unggul, di mana punya kualitas, standarisasinya baik dan produk lokal NTB tidak kalah dengan itu.

BACA JUGA :  Hari Ini, Subsidi Upah Pekerja Mulai Cair

“Terbukti dengan kita bisa melakukan beberapa kerja sama termasuk dengan M bloc Jakarta, shopee, bukalapak menjadi office store dari sisi e- commerce. Kemudian juga ada penjualan langsung beberapa produk makanan, tetapi masih dalam tahap uji,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang UMKM Lalu Anas Amrullah menerangkan, saat ini UMKM di NTB fokus untuk memenuhi kebutuhan lokal terlebih dahulu. Karena dalam situasi PPKM ini arus produksi barang juga pasti sedikit, tentunya permintaan ikut menurun untuk di pasar luar. Maka dari itu kesempatan ini diambil menyasar pasar lokal.

“Kita Fokus saja, tidak apa-apa jago kadang untuk kemudian membatasi barang yang masuknya dari luar,” kata Anas.(dev)