Program Beasiswa NTB Diduga Sarat Permainan

ISMAIL (M HAERUDDIN/ RADAR LOMBOK)

PRAYA — Salah satu program unggulan Pemprov NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur NTB H Zulkiflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah, yakni program beasiswa yang dianggap merupakan sebuah investasi dalam dunia pendidikan, mendapat kritikan pedas dari kalangan akademisi atau pemerhati pendidikan. Program beasiswa pendidikan ke luar daerah dan dalam daerah termasuk ke luar negeri dinilai tidak tepat sasaran dan diduga penuh permainan.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu Ketua Pengurus Universitas Terbuka Lombok Tengah, Ismail mengaku jika mengacu pada dasar awal program beasiswa yang merupakan janji saat kampanye Gubernur Zul pada tahun 2018. Begitu bergulirnya waktu ternyata program beasiswa ini menuai banyak masalah. Ia menilai banyak hal yang tidak beres dalam realisasi beasiswa tersebut. “Mulai dari proses perekrutan termasuk juklak dan juknis dari proses penerimaan tidak jelas. Siapa yang memberikan dan siapa yang menerima juga saya lihat malah beasiswa ini banyak diambil oleh lingkaran elit. Di satu sisi, dari sisi anggaran juga tidak jelas dari mana sumbernya,” ungkap Ismail kepada Radar Lombok, Rabu (1/12).

BACA JUGA :  Rekrutmen Guru Honorer di NTB Kembali Diundur, Ini Alasannya

Ismail mengaku jika dari awal sudah tidak jelas dari mana anggaran program beasiswa ini, apakah dari APBD atau dari CSR atau merupakan gabungan dari keduanya. Di satu sisi, para penerima beasiswa juga terkesan banyak mendapat masalah, sehingga ada yang tidak betah kemudian pulang ke kampung halaman mereka. Hal ini tidak terlepas, karena mereka tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari program beasiswa Gubernur Zul ini. “Program beasiswa ini jor-joran, tapi arahnya tidak jelas. Di satu sisi output setelah beasiswa ini digulirkan juga tidak jelas. Jangan hanya sekedar sebagai mengisi janji manis kampanye, tanpa dikaji lebih matang. Kita juga selaku rakyat ingin tahu bahwa dana ini apakah bersumbernya dari APBD atau CSR,” terangnya.

Selaku insan pendidikan yang menangani Universitas Terbuka Lombok Tengah melihat jika program beasiswa ini sangat tidak perofesional dan ada ketimpangan. Bahkan terkesan yang mendapatkan beasiswa adalah kelompok penguasa saja. Hal ini ditegaskan karena pihaknya memiliki bukti yang kuat terkait dugaan permainan ini. “Sebagai sampel kecil saja bahwa ini tidak tepat sasaran dan penuh permainan, ada enam mahasiswa yang S1,S2 yang diberikan beasiswa untuk kuliah di Universitas Tekhnologi Sumbawa milik Zulkieflimansyah dan enam orang ini diduga honor di Pemprov NTB. Maka kami yang merupakan bagian dari akademisi melihat ada ketimpangan dan tidak berkeadilan program ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dikpora Dianggap Gagal Majukan Pendidikan

Pihaknya berharap kepada Gubernur NTB agar program ini tidak salah sasaran dan terkesan menghambur- hamburkan uang rakyat, maka pihaknya meminta agar Pemprov NTB lebih terbuka dengan memanggil insan akademisi untuk berdiskusi. Sehingga jangan terkesan beasiswa ini hanya bisa dinimkati oleh sebagian kelompok saja. “Beasiswa yang sudah berjalan tiga tahun ini sangat tidak efektif, karena proses perekrutan juga tidak jelas. Makanya kami dalam waktu dekat juga berencana akan membawa ratusan mahasiswa kami untuk demonstrasi dan kita saat ini masih sedang persiapan. Saya sedang berdiskusi dengan mahasiswa saya,” terangnya. (met)