Prof Sunarpi Gandeng Faurani di Pilkada NTB

Sunarpi Gandeng Faurani di Pilkada NTB

MATARAM – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof Sunarpi memastikan diri tetap maju berlaga di pilkada  NTB.

Sunarpi yang maju sebagai calon gubernur (cagub)  itu  menggandeng ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) NTB, H Faurani , SE, MBA sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub). ” Dengan Pak Faurani kita sudah memiliki kesapahaman visi misi dan program bagi pembangunan NTB kedepan,” katanya kepada Radar Lombok Senin kemarin (6/11).

Sunarpi mengakui, dalam penentuan bacawagub, dirinya tidak mempersoalkan aspek geopolitik kewilayahan. Figur bacawagub yang mendampinginya tidak mesti berasal dari representasi pulau Sumbawa, karena dirinya representasi pulau Lombok.  Dalam penentuan bacawagub  menurut Sunarpi, yang terpenting bagaimana ada kesepahamaan, kesamaan dan sudut pandang yang  sama dalam visi misi dan program kerja dalam  mendorong dan mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di NTB.

BACA JUGA :  Banyak Baliho Politik Terpasang di Tempat Terlarang

Dia pun mengibaratkan kombinasi paket Sunarpi – Faurani seperti kombinasi paket Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – Sandiago Uno dengan latar belakang akademisi dan pengusaha. ” Insya Allah, kita mengulang kesuksesan pasangan Anies – Sandi di NTB,” ujar Guru Besar Fakultas Pertanian Unram ini.

Pasangan ini akan maju melalui jalur independen. Rencananya, deklarasi akan digelar sebelum penyerahan persyaratan dukungan KTP kepada KPU pada tanggal 22 – 26 November mendatang. 

Deklarasi yang ada dalam dipikirannya harus jauh dari kesan kemewahan dan hura-hura. Ia berharap apa yang diperjuangkan tersebut berbuah manis. “ Deklarasi kita akan lakukan dengan berzikir dan berdoa kepada Allah serta menyantuni anak yatim,” jelasnya.

Dari 303 ribu syarat dukungan KTP yang dibutuhkan, Sunarpi mengklaim timnya sudah mendapat 500 ribu dukungan KTP. Ia pun makin optimis lantaran dalam proses pengumpulan KTP itu, ia dan timnya sama sekali tidak mengeluarkan biaya.  Dukungan KTP  diklaim diperoleh secara sukarela dari masyarakat yang bersimpati dan mendukung dirinya maju di pilkada NTB.

Menurutnya, keikhlasan dan simpati masyarakat menyerahkan sendiri KTP miliknya, menjadi bukti dukungan nyata rakyat pemilik suara padanya. Itu juga berlaku untuk tim relawan yang benar-benar bekerja ikhlas untuk dirinya dan visi misi yang ditawarkan untuk NTB. ”Tidak ada money politic sepeserpun. Jadi kami ingin menerapkan politik bermartabat dan santun,” terangnya.

Faurani yang dihubungi terpisah membenarkan dirinya akan berpasangan dengan Prof Sunarpi di pilkada NTB sebagai bakal cagub dan cawagub. Menurutnya, banyak pertimbangan yang diambilnya sebelum memutuskan untuk ikut pilkada.  Dirinya sudah lama kenal dengan Prof Sunarpi, apalagi dirinya alumni Unram.

Selama ini, mereka sering terlibat diskusi.Ada kesamaan visi dalam membangun NTB kedepan. Misalnya dalam memajukan pendidikan dan ekonomi masyarakat. ”Dari kesamaan pandangan ini seperti bagaimana memajukan pendidikan, memperhatikan pondok pesantren serta dunia usia terutama kewirausahaan, akhinya beliau (Prof Sunarpi) meminta untuk didampingi (di pilkada),” tutur Faurani.

Namun dirinya tidak serta merta menyetujui ajakan ikut pilkada itu. Apalagi selama ini dirinya minim pengalaman politik. Faurani selama ini bergelut di dunia usaha. ” Awalnya saya menolak. Terus terang saya enjoy di usaha. Apalagi ada beberapa (usaha) di luar daerah juga,” tuturnya.

BACA JUGA :  Farouk Muhammad dan Muazzim Akbar Ambil Formulir di PAN

Butuh waktu bagi dirinya untuk mempertimbangkan untuk maju atau tidak di pilkada NTB. Dirinya sampai meminta enam hari untuk berpikir dan mempertimbangkannya. Ternyata banyak teman-temannya memberi dukungan dan dorongan untuk maju di pilkada NTB. ” Karena maju lewat jalur independen juga, maka saya putuskan Insya Allah saya siap,” katanya.  (yan)