Prof Masnun Siap Bersinergi Majukan UIN Mataram

Prof H Masnun (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebanyak empat calon Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram bersaing untuk menjadi orang nomor 1 di kampus Islam terbesar di NTB tersebut. Keempat calon rektor UIN Mataram itu adalah putra terbaik NTB dan mereka bertarung dalam pemilihan rektor UIN Mataram periode 2021 – 2025.  Empat profesor tersebut siap memajukan UIN Mataram menjadi kampus yang bersaing, seperti keinginan dari calon Rektor UIN Mataram Prof H Masnun.

“Kalau bicara visi dan misi harus seirama dengan visi besar Indonesia nawacita Jokowi – Makruf. Kalau di perguruan tinggi keagamaan harus diselaraskan visi misi dengan Kemenag RI, terutama soal moderasi,” kata  Prof H Masnun kepada Radar Lombok, kemarin.

BACA JUGA :  Kejati NTB Usut Dugaan Korupsi Program JPS Gemilang

Menurut Prof Masnun, UIN Mataram bagaimana menjadi kampus moderasi. Artinya, kehadirian UIN Mataram ini ditunggu dan menjadi solusi untuk menghadapi tantangan zaman, baik dari segi ide gagasan tentang keagamaan dan ide besar untuk berkontribusi dalam segi pembangunan.

“Bgaimanapun kita menyamapakan persepsi tentang UIN Mataram kemana, kalau keluar namanya sinergi membangun silaturrahmi dengan multi stackholder,” kataProf Masnun yang juga Ketua PW NU NTB ini.

Prof Masnun menjelaskan, untuk jangka pendek nantinya jika terpilih menjadi Rektor UIN Mataram, maka dirinya akan melakukan pemetaan program-program yang belum berjalan sebelumnya. Sedangkan untuk menengah strategi yang akan dilakukan bersama keluarga besar civitas akedemika UIN Mataram dan panjang tinggal mengawal untuk impelemtasinya di lapangan.

BACA JUGA :  Yusron Dimutasi, Kepala Dislutkan Lowong

Program tersebut belum leading, karena ada beberapa faktor, diantaranya kondisi alam seperti gempa, Ccovid-19 yang tentunya mempunyai pengaruh terhadap program sebelumnya. Konsep besar ini akan terlaksana diimbangi dengan ikhtiar bersama untuk bersama-sama memajukan UIN Mataram tercinta.

“Fasilitas UIN Mataram ini menjadi modal untuk go internasional,” katanya. (adi)