Prof Mahyuni: Rektor Unram Terpilih Harus Kuasai Bahasa Asing

Prof H Mahyuni (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Guru Besar FKIP Universitas Mataram (Unram) Prof H Mahyuni menilai kontestan pemilihan Rektor Unram Priode 2022-2026 saat ini jika ingin melihat lembaga go Internasional tentu dengan memiliki kecakapan dalam bahasa asing. Hal itu, tentunya mereka yang paham dengan alat berkomunikasi bahasa asing, sebab ini juga memengaruhi supaya mahasiswa asing bisa mengenyam pendidikan di Unram.

“Sebagai pemimpin seharusnya memiliki kecakapan bahasa asing. misalnya, jika bicara kerjasama luar negeri tetu mereka yang paham dengan alat berkomunikasi menjadi penting walaupun itu bisa dipelajari,” ungkap guru besar FKIP Unram Prof H Mahyuni kepada Radar Lombok, Kamis (16/9).

Misalnyal, lanjut Prof Mahyuni, rektor tidak lihai dalam kecakapan bahasa asing tentu dengan mengangkat pembantunya yang berkompeten. Namun ada nilai lemah dari sistem tersebut ketika yang mempunyai folsi tidak paham dengan harapan yang diajak bermitra dan ini menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau politik mengintervensi sistem yang ada, ya tidak bisa dikomentari. Namun ini kondisi ideal jika mau melihat lembaga stara dengan lembaga-lembaga yang maju,” terangnya.

Baca Juga :  Zero Waste Dicela, Biro Hukum Angkat Bicara

Selain itu, skil komunikasi dan manajerial menjadi prinsip dalam pribadi orang masing-masing. Sebab jika bicara kerja rutin selaku pimpinan siapapun bisa. Kalau sekedar duduk melegalisasi yang sudah ada dengan copy paste kegiatan yang sudah.

“Saya pikir kita tidak perlu profesor. Ini dari dulu saya katakan, sehingga kalau tidak obyektif mendengar hal tersebut kadang-kadang panas telinga. Tapi niat saya hanya satu bagaimana bersungguh-sungguh untuk memajukan lembaga dengan mendobrak sistem mandek dari segi inovasi,” ucapnya.

Menurutnya, pemimpin itu persoalan seni dan keterampilan yang mempunyai skil luar biasa.

Ditanya terkait dengan bakal calon Rektor Unram yang layak untuk menahkodai Unram priode 2022-2026 siapa? Prof Mahyuni mengakui tidak mempunyai kepentingan untuk mendorong salah satu. Namun jika melihat kriteria yang sudah disebut tadi sudah jelas orang-orangnya. Bagaimana calon-calon tersebut mempunyai kemampuan komunikasi asing, manajerial dan membangun kerja sama dengan pihak-pihak luar.

Baca Juga :  Permintaan Oksigen Meningkat

“Jadi kalau hanya nafsu yang berkuasa dikedepankan, kita sudah mempunyai bayangan,” terangnya.

Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) di Unram ini standar. Artinya, jika bicara Nasional tidak perlu ragu-ragu, karena ahlinya banyak. Kemudian level Unram bersaing di tingkat Internasional, namun kalah jauh dengan IPB, sebab ini bicara model kepemimpinan.

“Tidak sekedar jargon kolegial, namun tertutup oleh pihak-pihak tertentu yang membisiki. Tapi kalau memang bersungguh-sungguh untuk memajukan Unram bersama-sama, saya yakin banyak pakar yang ahlinya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dalam pemilihan Rektor Unram periode 2022-2026 ini menghasilkan pemimpin yang diharapkan semua pihak, tidak titipan yang dominan, namun obyektif sehingga ada harapan kepada kemajuan akademik yang bisa membanggakan Unram.

“Apalagi kalau bicara politik kekuasaan, itu biasanya kecenderungan rezim. Kalau itu yang terjadi jelas kita tidak bisa berkomentar,” tandasnya. (adi)