Prof Husni Resmi Pimpin Unram

Perkuat Tata Kelola Hingga Pengelolaan Sampah

Prof Husni Resmi Pimpin Unram
PELANTIKAN:Rektor Unram Prof Dr H Lalu Husni, SH, M.Hum (kiri) bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Republik Indonesia, Mohamad Nasir usai pelantikan di Auditorium Kemenristekdikti, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta, Rabu malam (7/3). (ist/)

MATARAM – Prof Dr H Lalu Husni, SH, M.Hum resmi menjabat Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2018-2022.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Republik Indonesia, Mohamad Nasir, di Auditorium Kemenristekdikti, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta, Rabu  malam (7/3). Hadir  para pejabat di lingkungan Kemenristekdikti, tamu undangan dari institusi lain dan  undangan dari perguruan tinggi masing-masing.

Dari Unram sendiri, turut hadir sekitar 30 orang antara lain Ketua Senat Unram Prof Ir Mansur Ma’shum, Ph.D, para Wakil Rektor Unram,  dekan dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir, berharap rektor terpilih yang baru dilantik mampu mengemban amanah dan menjalankan tugas sebaik-baiknya dalam rangka memajukan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.  “Kami mengapresiasi perjalanan proses pemilihan rektor  yang berlangsung di Unram. Pemilihannya kami lihat sangat demokratis, ” bebernya dalam siaran pers yang diterima koran ini.

Dikatakan, rektor adalah amanah sehingga harus dilaksanakan dengan benar.Nasir mengingatkan agar rektor baru tetap  berpedoman pada good university governance  yakni kejujuran, transparnsi, akuntabilitas, dan responsibility. Karena itu, dalam melaksanakan kepemimpinannya agar menjalin kerja sama yang baik  dengan sesama pimpinan.”Rangkul semua pihak, lupakan perbedaan masa lalu,” pesannya.

Dia juga  mengapresiasi kinerja  seluruh institusi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak capaian yang telah diraih dalam rangka meningkatkan persaingan global. Namun tugas kedepan masih sangat berat, yaitu bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas atmosfir akademik, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian sehingga bisa sejajar dan mampu bersaing pada taraf regional dan internasional.

Prof Lalu Husni terpilih pada pemilihan rektor Unram  Sabtu (3/3).

Dari 58 suara senat dan suara Kemenristekdikti, Prof Lalu Husnimemperoleh 49 suara. Sedangkan calon lainnya yaitu Prof Dr Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si, meraih 29 suara dan Prof Dr Ir Enny Yuliani, M.Si, 11 suara.

Perjalanan pemilihan rektor Unram berlangsung cukup panjang. Seharusnya pada pertengahan bulan Desember lalu,  sudah dilakukan pemilihan rektor. Selanjutnya sebelum tanggal 20 Desember lalu dilakukan pelantikan. Pasalnya, jabatan Prof Sunarpi sebagai rektor berakhir tanggal 19 Desember 2017.

 Kemenristek Dikti tidak langsung menggelar pemilihan rektor. Namun menteri  menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) rektor yakni   Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan, Prof Patdono Suwignjo hingga pelaksanaan pemilihan rektor pekan lalu.

Sebelumnya kepada koran ini, Prof H Lalu Husni membeberkan program kerjanya. Dalam kepemimpinannya nanti, guru besar bidang Hukum Ketenagakerjaan ini menginginkan Unram sebagai PTN yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.

Untuk memajukan dan menjadikan Unram sebagai PTN yang berdaya saing dan sejajar bersama PT terbaik lainnya, Lalu Husni menilai berbagai sektor perlu dilakukan pembenahan menuju lebih baik. Berbagai kekurangan yang sebelumnya diperbaiki menjadi lebih baik dan program yang sudah baik di kepemimpinan sebelumnya harus dilanjutkan dan ditingkatkan menjadi semakin lebih baik lagi.

Sebagai rektor periode 2017-2021, Lalu Husni akan memberikan perhatian mulai dari tata kelola manajemen unviersitas hingga memberi ruang untuk membangun entrepreneurship mahasiswa melalui  lembaga bisnis center. “Universitas  Mataram menjadi pusat ilmu pengetahuan berbasis riset yang kuat dan Unram menghasilkan sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, profesional dan berbudaya, yang berdaya saing internasional,” kata Husni.

Husni memaparkan untuk kondisi bidang pendidikan, sekarang ini beberapa program studi dibawah rektor yang belum menjadi fakultas diantaranya adalah Program Studi Farmasi, Program Studi Sosiologi, Program Studi Hubungan Internasional Program Studi Perikanan dan Kelautan, dan Program Studi Kehutanan. Keberadaan program studi yang belum menjadi fakultas dapat berimplikasi pada kemandirian  dan kelembagaan program studi itu sendiri pada masa yang akan datang.

Selain itu, masih kurangnya program pendidikan profesi dan vokasi dalam rangka menghasilkan lulusan yang siap pakai di dunia kerja sesuai kebutuhan daerah dan dunia usaha. Selanjutnya sampai saat ini belum ada satu pun jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional maupun internasional.  Hal ini berdampak pada kesulitan mahasiswa program magister dan doktor untuk mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitiannya.

Berdasarkan peraturan yang ada saat ini, dosen dengan jabatan lektor kepala dan  guru besar wajib mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal internasional bereputasi. Kemudian SDM dosen yang berpendidikan Doktor (S3) masih sangat kecil dibandingkan  dengan jumlah dosen yang ada yaitu 298 orang dari 1.079 orang dosen. Sementara jumlah guru besar baru  50 orang dari jumlah doktor sebanyak 298 Orang.  ”Masih lambatnya pertumbuhan jumlah guru besar, salah satunya penyebabnya karena belum ada tim khusus untuk mengakselarasi peningkatan jumlah guru besar,” jelasnya.

Selanjutnya adalah, masih lemahnya dukungan terhadap kegiatan ilmiah mahasiswa.  Kegiatan- kegiatan pengembangan kreativitas mahasiswa yang berskala nasional   masih terbatas diantaranya Lomba Karya Tulis Ilmah (LKTI) mahasiswa dan Pekan    Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), termasuk masih belum banyak diraihnya juara dalam kegiatan ilmiah mahasiswa ditingkat nasional maupun internasional.  Minimnya motivasi dan dorongan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan, baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah tingkat regional maupun nasional, karena kurangnya kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mempersiapkan kegiatan ilmiah maupun non ilmiah.

Hasil-hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat belum menunjang pelaksanaan pendidikan dan memberi nilai tambah secara ekonomis serta sosial bagi masyarakat. Disamping itu juga pelaksanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa belum memberikan hasil yang dapat diukur secara nyata. Serta masih kurangnya link and match hasil pengabdian dengan dunia usaha/industri.

Lebih lanjut Husni mengatakan, yang akan menjadi perhatian juga adalah masih belum ada sistem pengelolaan limbah ogranik terpadu dan berkelanjutan. Sampah   saat ini belum dikelola secara ekonomis dan masih dikelola secara konvensional dengan cara pembuangan ke tempat pembuangan akhir sampah. Semestinya  pengelolaan sampah dapat dilakukan secara profesioal agar memberikan nilai tambah secara ekonomis dan kelestarian lingkungan.(rie/luk)