Prof Bambang Siapkan Kepemimpinan Transformasional

Prof Bambang Hari Kusumo (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dunia pendidikan saat ini berada pada era kompetitif dan desrupsi dalam upaya mencapai output yang unggul dan berdaya saing. Disisi lain tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga perlu didesain secara terencana untuk mencapai output yang kompetetif dan unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

Universitas Mataram (Unram) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang memiliki visi berbasis riset dan berdaya saing internasional, telah berupaya melakukan berbagai terobosan dalam mencetak lulusan yang kempetitif di berbagai bidang, namun belum mencapai target yang optimal, sehingga dibutuhkan pendekatan yang berorientasi adaptif dan inovatif dalam mengawal peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul di level nasional maupun internasional.

“Kalau diberikan amanah menjadi Rektor Unram priode 2022-2026 sudah kita siapkan konsep serta strategi pengembangan Unram, sesuai dengan motto menuju Unram yang adaptif, inovatif dan produktif melalui kepemimpinan transformasional,”  kata Calon Bakal Rektor Unram nomor urut 2, Prof Bambang Hari Kusumo.

BACA JUGA :  UN SMP/MTs Hari Pertama Lancar

Dipaparkan, kebijakan Kemendikbudristek, dalam pemeringkatan berbasis klasterisasi, seperti Quacquarelli Symonds (QS), World University Rankings (WUR) dan Times Higher Education (THE), merupakan guidance dan dasar pijak Unram untuk terus melakukan perubahan kearah sistem pendidikan yang lebih berkualitas, sehingga lulusannya mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan daerah, nasional, regional bahkan internasional.

Merujuk pada ragam kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbudristek, terutama Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, tantanganya adalah PT  harus mampu memenuhi kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI). Antara lain bagaimana bisa menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerjadalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan diberbagai sektor.

“Pesan kuat yang disampaikan dari kebijakan tersebut adalah, bahwa PT ke depan harus mampu melakukan perubahan yang strategis dan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, sehingga eksistensi PT sebagai kelembagaan ilmiah, mampu bersinergi positif terhadap dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor,” terangnya.

BACA JUGA :  Dewan Sesalkan Kemenag Ngutang

Menurutnya, program Merdeka Belajar yang telah digulirkan oleh Kemendikbudristek, adalah salah satu terobosan yang sangat mendasar dalam mendefinisikan secara riel, konteks kebijakan menjadi program yang faktual dan terukur. Tantanganya adalah, bagaimana kemudian kerangka kebijakan dan program yang bernilai strategis di tingkat kementerian tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten pada tingkat universitas.

Adapaun srategi dan pengembangan Unram melalui 5 pilar pengembangan untuk untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi Unram. strategi pengembangan yang dikelompokkan ke dalam lima (5) pilar, yaitu 1) pilar pendidikan dan pengajaran, 2) pilar penelitian, 3) pilar pengabdian kepada masyarakat, 4) pilar sistem informasi, perencanaan dan kerjasama, dan 5) pilar tata kelola. Strategi/ rencana aksi yang akan dilakukan dalam pengembangan masing-masing pilar.

“Ini srategi dan pengembangan Unram melalui 5 pilar pengembangan untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi Unram,” ucapnya. (adi)