Prof Bambang Menjadi Pintu Gerbang Unram Go Internasional

TERPILIH : Ketua Alumni Pasca Sarjana Unram, Sigap bersama Prof Bambang Hari Kusumo saat membuka acara seminar kebijakan ekonomi regional pada Revolusi Industri 4.0 (IST/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ketua Alumni Pasca Sarjana Universitas Mataram (Unram), Sigap mengatakan terpilihanya Prof Bambang Hari Kusumo menjadi Rektor Unram periode 2022-2026 menjadi pintu gerbang membawa Unram Go Internasional. Hal ini, dibuktikan bahwa Prof Bambang sudah sering menjadi pembicara di kancah internasional.

“Sosok Prof Bambang adalah akademisi berstandar internasional, network dan capacity building yang dimiliki,” kata Sigap kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurut Sigap, sosok Prof Bambang ini berpikir besar dan visioner, memiliki frame work dan strategi dalam meningkatkan kualitas Unram di kancah nasional dan internasional.

“Kami senang dan bangga dengan terpilihnya Prof Bambang sebagai Rektor Unram 2022-2022. Harapan kami, Prof Bambang beserta sgenap civitas akademika Unram dapat memberikan bukti konkrit kemajuan Unram selama 4 tahun ke depan,’’ harapnya.

Selain itu, Prof Bambang ini jika dilihat dari track record tidak diragukan lagi. Beragam penghargaan pernah diterima, diantaranya peneliti terbaik postgraduate dari The New Zealand Society of Soil Science di Tahun 2007. Pada tahun 2009 meraih predikat sempurna dari disertasi tanpa ada perbaikan yang diberikan Graduate Research School, Massey University, New Zealand. Prof Bamgbang sejak 2006 didaulat untuk menjadi pembicara internasional. Diantara yang pernah diikuti mengisi Fertilizer and Lime Research Centre Workshop at Massey University, Palmerston North 8-9 Februari 2007.  Workshop of on High Resolution Digital Soil Sensing and Mapping, Sidney 5-8 Februari 2008 (International Conference). Mengisi acara International Symposium on Soil Organic Matter Dynamics: Land Use, Management and Global Change. 6-9 Juli 2009, Colorado Springs. Kemudian mengisi The International Workshop “Soil Spectroscopy: the present and future of Soil Monitoring”, Rome, FAO Head Quarter, 4- 6 Desember 2013. Terbaru The 6th International Conference on Climate Change (ICCC), 25 Mei 2021 di Solo.

Sebelumnya, Prof Bambang Hari Kusumo dalam visi dan misinya Menuju Unram yang Adaptif, Inovatif, dan Produktif Melalui Kepemimpinan Transformasional.

BACA JUGA :  Puluhan Sekolah belum Punya Kepala Definitif

Pada saat menyampaikan visi misi Prof Bambang membagi penjelasannya dalam lima bagian yaitu Visi Misi Unram, Tahapan Pengembangan Unram, Program Pencapaian Indikator Kinerja Utama, Program Peningkatan Klasterisasi, dan strategi Pengembangan Unram Melalui Pengembangan Lima Pilar.

”Saya pribadi tidak punya visi, tetapi visi Unram menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional tahun 2025, adalah visi yang harus kita kedepankan” paparnya.

Misi yang diusung sesuai dengan misi Unram yaitu Melaksanakan Proses Pendidikan Tinggi Berbasis Riset, Melaksanakan Kegiatan Riset Berstandar Mutu Nasional dan Internasional. Melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang Didasarkan pada Hasil Riset. Membangun Jaringan Kerja Sama yang Luas dengan Berbagai Pihak. Melaksanakan Tata Kelola Administrasi Yang Memenuhi Standar.

Ia menyampaikan bahwa dalam pengembangan Unram kedepan, Unram harus fokus pada tiga hal yaitu perpustakaan, sumber daya manusia dan laboratorium. Menurutnya ketiga hal ini merupakan perbedaan antara yang dimiliki oleh perguruan tinggi diluar negeri seperti di New Zeland dengan yang ada di Indonesia. Apalagi saat ini Dunia pendidikan saat ini berada pada era kompetitif dan desrupsi dalam upaya mencapai output yang unggul dan berdaya saing. Disisi lain tantangan pendidikan semakin kompleks, sehingga perlu didesain secara terencana untuk mencapai output yang kompetetif dan unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

Unram sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang memiliki visi berbasis riset dan berdaya saing internasional, telah berupaya melakukan berbagai terobosan dalam mencetak lulusan yang kempetitif di berbagai bidang, namun belum mencapai target yang optimal, sehingga dibutuhkan pendekatan yang berorientasi adaptif dan inovatif dalam mengawal peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul di level nasional maupun internasional.

Kebijakan Kemendikbudristek, dalam pemeringkatan berbasis klasterisasi, seperti Quacquarelli Symonds (QS), World University Rankings (WUR) dan Times Higher Education (THE), merupakan guidance dan dasar pijak Unram untuk terus melakukan perubahan kearah sistem pendidikan yang lebih berkualitas, sehingga lulusannya mampu memberikan kontribusi terbaiknya bagi pembangunan daerah, nasional, regional bahkan internasional.

BACA JUGA :  5 Mei Pengumuman Kelulusan Siswa SMA Secara Online

Merujuk pada ragam kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbudristek, terutama Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, tantanganya adalah PT  harus mampu memenuhi kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI). Antara lain bagaimana bisa menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerjadalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan diberbagai sektor.

“Pesan kuat yang disampaikan dari kebijakan tersebut adalah, bahwa PT ke depan harus mampu melakukan perubahan yang strategis dan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, sehingga eksistensi PT sebagai kelembagaan ilmiah, mampu bersinergi positif terhadap dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor,” terangnya.

Menurutnya, program Merdeka Belajar yang telah digulirkan oleh Kemendikbudristek, adalah salah satu terobosan yang sangat mendasar dalam mendefinisikan secara riel, konteks kebijakan menjadi program yang faktual dan terukur. Tantanganya adalah, bagaimana kemudian kerangka kebijakan dan program yang bernilai strategis di tingkat kementerian tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten pada tingkat universitas.

Adapaun srategi dan pengembangan Unram melalui 5 pilar pengembangan untuk untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi Unram. strategi pengembangan yang dikelompokkan ke dalam lima (5) pilar, yaitu 1) pilar pendidikan dan pengajaran, 2) pilar penelitian, 3) pilar pengabdian kepada masyarakat, 4) pilar sistem informasi, perencanaan dan kerjasama, dan 5) pilar tata kelola. Strategi/ rencana aksi yang akan dilakukan dalam pengembangan masing-masing pilar.

“Ini srategi dan pengembangan Unram melalui 5 pilar pengembangan untuk mewujudkan tercapainya visi dan misi Unram,” tandasnya. (adi)